WAKIL WALIKOTA SUKABUMI MEMBUKA PENCANANGAN POPM KECACINGAN DI KOTA SUKABUMI TAHUN 2017

Reporter : ENDANG SYMARDI

Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., membuka secara resmi Pencanangan POPM (Pemberian Obat Pencegahan Masal) Kecacingan di Kota Sukabumi tahun 2017, tepatnya hari Senin, 9 Oktober 2017, di Yogya Department Store Kota Sukabumi. Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Hj. Ritanenny Edlien Silyena Mirah, para Camat dan Lurah, serta para Kepala Puskesmas dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi atas nama pribadi dan Kepala Daerah serta pemerintah dan warga masyarakat Kota Sukabumi, menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak serta instansi dan lembaga terkait, khususnya kepada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, yang telah berupaya optimal melaksanakan POPM Kecacingan di Kota Sukabumi tahun 2017.

Diharapkannya, dengan dilaksanakannya POPM Kecacingan ini, seluruh anak di Kota Sukabumi dari mulai umur 1 sampai dengan 12 tahun bisa bebas dari Penyakit Kecacingan. Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi juga mengharapkan sekaligus menghimbau kepada seluruh lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar menerapkan dan membiasakan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) di lingkungannya masing-masing.

Sementara Kepala Bidang P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati, selaku Ketua Panitia Penyelenggara menjelaskan, penyakit kecacingan yang ditularkan melalui tanah atau STH (Soil Transmitted Helminthiasis) dan dikenal dengan istilah cacing perut, masih menjadi masalah kesehatan warga masyarakat yang serius, khususnya di daerah beriklim tropis dengan sanitasi yang tidak adekuat dan kondisi yang tidak hiegenis.

Dijelaskan pula, ada 3 jenis cacing yang sering menginfeksi anak, serta dapat menyebabkan efek yang tidak baik untuk anak usia prasekolah dan anak usia sekolah, yakni Cacing Gelang atau Ascaris Lumbricodeis, Cacing Tambang atau Ancylostoma Duedenale dan Necator Americanus, serta Cacing Cambuk atau Trichuris Trichiura.

Selain itu juga dijelaskan, infeksi kecacingan dapat menyebabkan morbiditas dan kadang-kadang dapat menyebabkan kematian, karena status gizi yang buruk dan merusak kognitif, serta dapat menimbulkan sindrom klinis yang terkait dengan migrasi cacing, obstruksi usus, radang usus besar dan dubur.

Lebih jauh Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menjelaskan, dari banyak survei prevalensi yang telah dilakukan di kabupaten dan kota di Indonesia, menunjukkan bahwa prevalensi kecacingan lebih dari 20 persen. Untuk itu diharapkan, efek samping dari infeksi cacing usus dapat dibatasi pada proporsi populasi yang lebih kecil. sehingga segmen populasi dapat dijangkau dengan pengobatan massal/

Dikatakannya. sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyakit kecacingan, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, melaksanakan Pencanangan POPM Kecacingan di Kota Sukabumi, yang diberikan kepada seluruh anak dari mulai umur 1 sampai dengan 12 tahun, dengan diberikan obat anti cacing secara gratis.