SELURUH WARGA MASYARAKAT AGAR WASPADA DAN BERHATI-HATI PADA MUSIM HUJAN SAAT INI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Kepala Unsur Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Drs. Asep Suhendrawan, didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E., mengimbau kepada seluruh lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa waspada dan berhati-hati pada musim hujan saat ini. Karena pada setiap musim hujan di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kota Sukabumi, sering terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor, terlebih pada sebelumnya terjadi musim kemarau. Sebab banyak tanah yang rengkah, gembur dan retak-retak. Sehingga pada saat diguyur hujan lebat, dapat mengakibatkan terjadinya pergerakan tanah dan longsor.

Dijelaskannya, dari data yang ada di BPBD Kota Sukabumi, sejak periode bulan September dan Oktober 2017, di wilayah Kota Sukabumi sudah terjadi 7 kali bencana alam, yang diakibatkan oleh peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan, yakni pada bulan September 2017 sebanyak 4 kali kejadian bencana alam, dan pada bulan Oktober 2017 sebanyak 3 kali kejadian bencana alam.

Adapun bencana alam yang terjadi pada bulan September 2017, antara lain, pada tanggal 23 September 2017, sekitar pukul 17.00 WIB, telah terjadi bencana alam tanah longsor di Kampung Ciaul Pasir, RT 04 RW 09, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, yang mengakibatkan pondasi dan teras rumah milik salah seorang warga masyarakat setempat mengalami longsor dan terancam amblas. Selanjutnya pada tanggal 24 September 2017, sekitar pukul 13.00 WIB, terjadi tanah longsor di Jalan Gunung Karang, RT 02 RW 09, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Ciberueum. mengakibatkan sebuah talud yang berfungsi untuk TPT (Tembok Penahan Tanah) jalan roboh sepanjang 15 meter dengan tinggi sekitar 1 meter, serta pada tanggal 25 September 2017, terjadi tanah longsor di Kampung Warungkalapa, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembussitu, yang mengakibatkan dinding talud sepadan sungai mengalami longsor, sehingga saluran irigasinya mengalami kerusakan, serta mengancam terhadap areal persawahan warga masyarakat seluas sekitar 20 hektar tidak dapat ditanami padi. Kemudian pada tanggal 27 September 2017, sekitar pukul 05.10 WIB, terjadi tanah longsor dan menghantam Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, serta sebuah tembok pembatas bangunan ambruk dan menimpa atap dapur sebuah rumah milik warga masyarakat setempat.

Sedangkan bencana alam yang terjadi pada bulan Oktober 2017, antara lain pada tanggal 3 Oktober 2017, sekitar pukul 04.15 WIB, sebuah bangunan rumah milik warga masyarakat RT 04 RW 02, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, mengalami kerusakan di bagian dinding dan genting beserta plafonnya, akibat diguyur hujan deras dan diterjang angin kencang. Bencana yang sama terjadi pada tanggal 7 Oktober 2017, sekitar pukul 18.30 WIB di Kampung Malingping, RT 02 RW 03, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, yang mengakibatkan sebuah rumah milik warga masyarakat setempat ambruk, serta pada tanggal 10 Oktober 2017, sebuah pagar tembok Lapangan Sepak Bola Pasir Pogor RW 08, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh ambruk.