PENCANANGAN AKSI NASIONAL PEMBERANTASAN OBAT ILEGAL DAN PENYALAHGUNAAN OBAT DI KOTA SUKABUMI

Reporter : ENDANG SUKARDI

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., melaksanakan Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Kota Sukabumi, ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan komitmen oleh Walikota Sukabumi, Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., Kepala Balai Besar POM (Pengawas Obat dan Makanan) Bandung, para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), para Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan para tamu undangan lainnya, tepatnya hari Senin, 16 Oktober 2017, di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya Walikota Sukabumi menandaskan, pada saat ini marak terjadi kasus penyalahgunaan obat dan penggunasalahan obat. Adapun istilah penyalahgunaan obat merujuk pada keadaan, dimana obat digunakan secara berlebihan tanpa tujuan medis atau indikasi tertentu. Sedangkan istilah penggunasalahan obat, adalah merujuk pada penggunaan obat secara tidak tepat, yang biasanya disebabkan karena pengguna tidak mengetahui cara menggunakan obat yang benar.

Dijelaskannya, kasus penyalahgunaan obat terbaru dan menjadi perhatian nasional, adalah penyalahgunaan tablet PCC (Paracetamol, Carisoprodol dan Cafein), di Kendari Sulawesi Tenggara. Namun demikian, paracetamol baik sebagai sediaan tunggal maupun kombinasi bersama cafein, saat ini masih diperbolehkan untuk penggunaan terapi. Sementara Carisoprodol merupakan bahan baku obat yang memberi efek relaksasi otot dengan efek samping sedatif dan euphoria, pada dosis yang lebih tinggi dari dosis terapi dapat menyebabkan kejang dan halusinasi, serta efek lainnya yang membahayakan kesehatan hingga kematian.

Selain itu juga dijelaskan, semua obat yang mengandung zat aktif Carisoprodol, sudah dicabut izin edarnya oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), tepatnya sejak tahun 2013. Berkaitan dengan hal tersebut, apabila masih ditemukan di masyarakat obat yang mengandung zat aktif Carisoprodol, dapat dipastikan obat tersebut ilegal dan tidak layak konsumsi. Adapun upaya untuk mengantisipasi peredaran tablet PCC di Kota Sukabumi, pada tanggal 16 September 2017 yang lalu, sudah dilakukan Operasi Bersama Polres Sukabumi Kota dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, ke setiap sarana distribusi obat di Kota Sukabumi, yakni apotek dan toko obat, serta hasilnya tidak ditemukan tablet PCC. Operasi tersebut dilanjutkan dengan penyebaran surat himbauan sekaligus pembinaan terkait tablet PCC dan obat-obat tertentu yang sering disalahgunakan, ke setiap sarana distribusi obat di Kota Sukabumi, tepatnya pada tanggal 20 September 2017.