UMKM MERUPAKAN SALAH SATU KARTU PENGAMAN KETIKA TERJADI KRISIS EKONOMI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd. menandaskan, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan salah satu kartu pengaman ketika terjadi krisis ekonomi, serta menjadi salah satu indikator penggerakan ekonomi di Indonesia. Penandasan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi PKP (Penyuluhan Keamanan Pangan), yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi untuk ke 3 kalinya, tepatnya tanggal 19 Oktober 2017, di Hotel Berlian Kota Sukabumi.

Ditandaskan pula, UMKM sifatnya sederhana, karena produksinya merupakan produksi rumahan. Disamping itu juga ditandaskan, untuk makanan produk UMKM yang awetnya diatas 7 hari, maka P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga)-nya berlaku 5 tahun, dan untuk makanan produk UMKM yang awetnya kurang 7 hari, P-IRT-nya berlaku 3 tahun. Lebih jauh Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, Pemerintah Kota Sukabumi akan melakukan kerja sama dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia) yang ada di Kota Sukabumi, agar setiap hotel dan restaurant yang ada di Kota Sukabumi wajib memiliki produk UMKM.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dr. H. Suprapto, S.Pd., S,Kp., M.M., selaku Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti PKP ini seluruhnya mencapai 70 orang, dari yang ditargetkan sebanyak 30 orang, karena banyak warga masyarakat Kota Sukabumi yang berminat mengikuti PKP ini. Dikatakannya, hal ini sangat mendukung terhadap program Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya program Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Dikatakan pula, PKP ini merupakan salah satu syarat mutlak bagi warga masyarakat khususnya para pelaku UMKM, yang akan mengurus P-IRT.

Diharapkannya, dengan dilaksanakannya PKP ini, dapat menambah pengetahuan dan wawasan warga masyarakat khususnya para pelku UMKM yang akan membuat P-IRT. Sebab dalam PKP ini dilaksanakan Post Test, dan apabila ingin lulus harus mendapatkan nilai minimal 60. Selain itu juga dikatakan, apabila produk UMKM sudah mendapatkan P-IRT, maka produknya bisa dijual dimana saja.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Hajah Ritanenny Edlien Silyena Mirah dan para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait lainnya, serta Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati dan para tamu undangan l;ainnya.