KESADARAN WARGA MASYARAKAT DALAM MEMBIASAKAN DAN MEMBUDAYAKAN LITERASI HARUS DITINGKATKAN

Reporter : ENDANG SUMARDI

Kebijakan pemerintah senantiasa menunjukan keperpihakan terhadap pentingnya dunia pendidikan. Namun dari aspek kesadaran warga masyarakat, pada umumnya belum sepenuhnya mendukung. Buktinya budaya literasi atau budaya membaca dan menulis, di kalangan warga masyarakat masih lemah. Padahal hal tersebut, merupakan salah satu pondasi dasar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan wawasan dalam berbagai bidang. Untuk itu, kesadaran warga masyarakat dalam membiasakan dan membudayakan literasi harus senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., saat memberi pengarahan sekaligus melepas secara resmi Kontingen Jambore Literasi Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 31 Oktober 2017, di Ruangan Pertemuan Setda Kota Sukabumi, yang akan mengikuti Jambore Literasi Jawa Barat Tahun 2017, di Buper (Bumi Perkemahan) Letjen Purnawirawan Mashudi, Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, tepatnya dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 2 November 2017.

Dijelaskannya, untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan intervensi secara sistemik, masif dan berkelanjutan dari semua pihak, khususnya dari seluruh aparat instansi dan lembaga terkait di Kota Sukabumi. Adapun pendekatan yang paling efektif untuk mewujudkan hal tersebut, yakni dengan meningkatkan kesadaran literasi warga masyarakat sejak dini, dengan melibatkan lingkungan keluarga dan dunia pendidikan di persekolahan.

Sebab keluarga sebagai lingkungan pertama pendidikan bagi setiap anak, serta memiliki peranan yang sangat penting, khususnya dalam meningkatkan dan membudayakan dunia literasi, melalui berbagai contoh yang baik dari seluruh anggota keluarganya. Sedangkan di dunia persekolahan, peningkatan dan pembudayaan llterasi kepada segenap lapisan warga masyarakat ini akan lebih terstruktur, melalui proses pendidikan dan program yang sistematik. Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, melalui kegiatan Jambore Literasi ini, para peserta dapat menularkan virus literasi, sehingga budaya literasi dapat muncul di berbagai kalangan, baik di kalangan guru, pelajar dan warga masyarakat.

Dalam kegiatan Jambore Literasi ini, Kota Sukabumi mengirimkan peserta sebanyak 20 orang, yang terdiri dari 11 orang pelajar dan 7 orang guru, ditambah dengan pendamping, petugas pameran dan penjaga stand pameran. Adapun kegiatan yang akan diikuti oleh peserta Jambore Literasi dari Kota Sukabumi, diantaranya Wahana Kegiatan Siswa, Wahana Kegiatan Guru, Pameran Karya Literasi dan Ekspresi Massal Bahasa Isyarat, serta Pentas Seni dan Kreativitas.