SEKOLAH SOSIOPRENEUR KOTA SUKABUMI UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN WARGA MASYARAKAT

Reporter : ENDANG SUMARDI

Seperti ditandaskan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., maksud dan tujuan dilaksanakannya Sekolah Sosiopreneur Kota Sukabumi, untuk membangun kemampuan warga masyarakat menjadi subyek perubahan yang berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya. Untuk itu, dalam Sekolah Sosiopreneur ini, warga masyarakat diberi bekal soft skill atau kemampuan, bakat dan keterampilan, serta hard skill/ atau kemampuan yang bersifat lebih pada teknis pekerjaan, seperti kemampuan menguasai bahasa asing, teknologi dan kemampuan akademis, supaya memiliki cita-cita yang kuat, sekaligus menjadi pelopor kewiraushaan sosial di suatu desa atau kelurahan tertentu.

Penandasan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi Sekolah Sosiopreneur Kota Sukabumi Tahun 2017, tepatnya tanggal 4 November 2017, di Ruangan Pertemuan Kantor Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Ditandaskan pula, Sekolah Sosiopreneur atau sekolah kewirausahaan sosial ini, merupakan kewirausahaan yang dibangun untuk mengatasi permasalahan sosial yang ada di masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan. Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Walikota Sukabumi mengberharapkan, dengan dilaksanakannya Sekolah Sosiopreneur ini, dapat melahirkan Social Entrepreneur baru, yang mampu menjalankan bisnis sosialnya secara berkelanjutan, serta dapat memberi social impact assessment atau suatu metodologi untuk mereview pengaruh-pengaruh sosial, budaya dan ekonomi, dari beroperasinya suatu perusahaan dan intervensi-intervensi pembangunan lainnya, kepada warga masyarakat di sekitarnya.

Selain itu Wakil Walikota Sukabumi juga menandaskan, pembangunan bidang sosial dan budaya, tidak terlepas dari permasalahan sosial dan budaya serta penyimpangan sosial dan budaya, sekaligus menjadi permasalahan bangsa yang mendesak, serta memerlukan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang sitematik, terpadu dan menyeluruh. Adapun salah satu permasalahan sosial di Indonesia, yakni masalah kemiskinan. Dikatakannya, dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) yang merupakan rencana 5 tahunan pemerintah, menargetkan penurunan angka kemiskinan pada tahun 2016 menjadi 8 sampai dengan 10 persen, dari kondisi tahun 2010 sebesar 14,15 persen, serta pada tahap kedua RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang), yakni untuk mencapai target penurunan tingkat kemiskinan sebesar 5 persen pada akhir tahun 2025. Selain itu juga dikatakan, Pemerintah Kota Sukabumi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), berkewajiban memberi dukungan dan kontribusi terhadap target penurunan angka kemiskinan.