KETUA TPID KOTA SUKABUMI MULAI TAHUN 2017 DIJABAT OLEH WALIKOTA SUKABUMI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Ketua TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kota Sukabumi yang semula dijabat oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, mulai tahun 2017 dijabat oleh Walikota Sukabumi, sesuai dengan Keppres (Keputusan Presiden) RI Nomor 23 Tahun 2017 tentang Tim Pengendalian Inflasi. Seperti dijelaskan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., Keppres tersebut mengatur tentang Pimpinan TPID di Tingkat Provinsi serta Tingkat Kota dan Kabupaten, yakni tidak lagi dijabat oleh Sekretaris Daerah, tapi dipimpin langsung oleh Gubernur serta Walikota dan Bupati.

Dijelaskan pula, belum lama ini sudah dilaksanakan rapat TPID Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si. Dalam rapat tersebut, Gubernur Jawa Barat memutuskan, agar perubahan kepemimpinan di lembaga TPID ini, harus segera ditindaklanjuti oleh setiap Kepala Daerah, baik Walikota maupun Bupati, supaya dapat lebih cepat bergerak dalam mengendalikan inflasi di Jawa Barat.

Disamping itu, juga diinfromasikan tentang inflasi di Jawa Barat, saat ini berada dalam kondisi lemah. Namun inflasi untuk Kota Sukabumi, berada diatas rata-rata Provinsi Jawa Barat. Untuk itu, seluruh daerah Kota dan Kabupaten di Jawa Barat, akan secepatnya menginventalisir laju inflasi tahun 2017, dari mulai bulan Januari sampai dengan bulan September 2017.

Selanjutnya seluruh daerah Kota dan Kabupaten di Jawa Barat, setiap 4 hari sekali wajib menginformasikan perkembangan harga kebutuhan pokok dan menginput data inflasi ke portal informasi harga pangan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni e-priangan. Maksud dan tujuannya, untuk memudahkan pengendalian harga kebutuhan pokok di setiap daerah Kota dan Kabupaten di Jawa Barat. Dengan demikian, dapat diketahui dengan mudah, Kota dan Kabupaten mana saja di Jawa Barat, yang mengalami kenaikan harga pada komoditas tertentu.

Menyinggung laju inflasi di Kota Sukabumi, menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, sesuai tahun kalender atau year to date, sampai dengan bulan September 2017 mengalami inflasi sebesar 3,23 persen. Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun atau year on year, pada bulan September 2017 terhadap bulan September 2016 sebesar 4,15 persen. Adapun terjadinya inflasi tersebut, berdasarkan 7 kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,68 persen, diikuti oleh kelompok sandang sebesar 0,58 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen, serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.