BPBD KOTA SUKABUMI AKAN MENETAPKAN STATUS SIAGA DARURAT BENCANA

Reporter : ENDANG SUMARDI

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, akan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kota Sukabumi, tepatnya mulai bulan Desember 2017 ini. Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Drs. Asep Suhendrawan menandaskan, akan ditetapkannya Status Siaga Darurat Bencana tersebut, menyusul ditetapkannya Status Siaga Bencana di Tingkat Provinsi Jawa Barat, serta berdasarkan hasil kajian terhadap situasi dan kondisi daerah Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan potensi kebencanaan.

Selain itu, juga didasarkan pada pertimbangan prakiraan cuaca musim hujan, yang berlangsung dari bulan November 2017 sampai dengan bulan Mei 2018 mendatang, serta jumlah kejadian bencana di daerah Kota Sukabumi, dari bulan Januari sampai dengan bulan November 2017. Dijelaskannya, intensitas hujan di daerah Kota Sukabumi, hingga saat ini masih ringan, apabila dibandingkan dengan daerah lainnya di Jawa Barat, yang telah terlebih dahulu menetapkan Status Siaga Bencana.

Namun demikian, BPBD Kota Sukabumi akan tetap dan berupaya optimal melakukan upaya antisipasi, khususnya dalam menghadapi potensi kebencanaan di daerah Kota Sukabumi pada bulan-bulan berikutnya. Untuk itu, BPBD Kota Sukabumi saat ini sedang menyiapkan Draf Penetapan Status Siaga Darurat Bencana, yang terdiri dari data jumlah kejadian dan prakiraan cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), serta akan segera disampaikan Kepala Daerah, sebagai bahan pertimbangan Penetapan Status Siaga Darurat Bencana.

Dalam pada itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E. menjelaskan, jumlah kejadian bencana di Kota Sukabumi dari bulan Januari sampai dengan bulan Oktober 2017 mencapai 123 kali kejadian bencana. Antara lain, sebanyak 39 kali kejadian bencana tanah longsor, 26 kali kejadian bencana cuaca ekstrem, 19 kali kejadian bencana kebakaran, 18 kali kejadian bencana gempa bumi, 17 kali kejadian bencana banjir bandang, dan 4 kali kejadian bencana angin topan.

Dikatakannya, bencana tersebut terjadi di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi. Sedangkan bencana yang yang paling banyak terjadi, yakni di wilayah Kecamatan Cikole mencapai 35 kali kejadian bencana. Antara lain, 14 kali kejadian bencana tanah longsor, 11 kali kejadian bencana kebakaran, 5 kali kejadian bencana banjir, 4 kali kejadian bencana cuaca ekstrem, dan 1 kali kejadian bencana angin topan.