DINAS KESEHATAN KOTA SUKABUMI MELAKUKAN FOGGING DI 40 LOKASI SE KOTA SUKABUMI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, saat ini sedang melakukan fogging atau pengasapan di 40 lokasi, yang tersebar di 33 kelurahan dan 7 kecamatan se Kota Sukabumi. Adapun maksud dan tujuannya, menurut Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati, sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi dan mencegah munculnya penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kota Sukabumi. Sebab dengan tingginya intensitas hujan yang terjadi akhir-akhir ini, sangat rawan terjadi munculnya penyakit DBD.

Dijelaskannya, fase rawan munculnya penyakit tersebut, yakni pada bulan November dan Desember. Berkaitan dengan hal tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi memutuskan untuk melakukan fogging di 40 lokasi se Kota Sukabumi, sebagai salah satu upaya dan proses membasmi Nyamuk Aedes Aegypti. Dijelaskan pula, pelaksanaan fogging ini dijadualkan berlangsung selama satu bulan, serta akan berakhir pada tanggal 20 Desember 2017 mendatang. Sedangkan penentuan lokasi fogging ini, didasarkan pada tingkat kerawanan munculnya penyakit DBD di masing-masing lokasi, terutama di lokasi-lokasi rawan munculnya penyakit DBD yang cukup tinggi. Diharapkannya, dengan dilakukannya fogging ini, dapat mengantisipasi sekaligus mencegah dan menekan kasus penyakit DBD di Kota Sukabumi.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mengatakan, pelaksanaan fogging ini akan lebih berhasil apabila dibarengi dengan Gerakan Kebersihan dan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Karena dengan kegiatan tersebut, dapat membunuh jentik nyamuk. Sedangkan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. Oleh karenanya, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi khususnya yang lokasinya di fogging, agar secara rutin melaksanakan Gerakan Kebersihan dan PSN. Dikatakan pula, selain melakukan fogging di 40 lokasi se Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, sebelumnya melakukan fogging focus di sejumlah lokasi di Kota Sukabumi, yakni di lokasi-lokasi yang ditemukan kasus penyakit DBD positif lebih dari satu kasus.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mengungkapkan, kasus kematian akibat penyakit DBD, pada tahun 2017 di Kota Sukabumi hanya satu orang, tepatnya pada bulan Mei 2017 yang lalu, karena kasusnya cukup tinggi yakni mencapai 48 kasus. Diungkapkan pula, kasus kematian akibat penyakit DBD ini, pada tahun 2017 di Kota Sukabumi mengalami penurunan secara drastis, apabila dibandingkan dengan kasus kematian pada tahun 2016 yang lalu yakni mencapai 5 orang, dengan jumlah kasus penyakit DBD mencapai 854 kasus. Sedangkan jumlah kasus penyakit DBD di Kota Sukabumi pada tahun 2017, tepatnya dari bulan Januari sampai dengan Oktober 2017 mencapai 318 kasus.