KOTA SUKABUMI DINYATAKAN BEBAS DARI PENYEBARAN BAKTERI DIFTERI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Hj. Ritanenny Edlien Silyena Mirah menandaskan, Kota Sukabumi dinyatakan bebas dari penyebaran bakteri difteri. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pendataan para Petugas Surveilance Dinas Kesehatan Kota Sukabumi beserta Rumah Sakit dan seluruh Puskesmas se Kota Sukabumi, yang dikerahkan untuk menyisir seluruh penjuru di 33 kelurahan dan 7 kecamatan se Kota Sukabumi.

Dikatakannya, para Petugas Surveilance tersebut, sudah menyampaikan laporan tentang hasil survey dan pengawasan serta pendataannya tentang penyakit tersebut di masing-masing wilayahnya, kepada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, serta hasilnya tidak ditemukan ada warga masyarakat yang terjangkit penyakit difteri. Dikatakan pula, difteri merupakan penyakit yang sangat berbahaya, karena bersifat menular dan dapat menyebabkan kematian. Namun demikian, pada hakekatnya penyakit tersebut dapat dicegah, dengan melakukan imunisasi. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, lebih menitik beratkan pada upaya pencegahan melalui imunisasi kepada warga masyarakat Kota Sukabumi di berbagai fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun milik swasta.

Selain itu, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi juga senantiasa menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi khususnya kepada ibu-ibu yang memiliki anak, agar melengkapi imunisasi DPT, DT dan Td kepada anaknya, yakni untuk anak usia kurang dari 1 tahun harus mendapatkan 3 kali imunisasi difteri, dan untuk anak usia 1 sampai dengan 5 tahun harus mendapatkan imunisasi ulangan sebanyak 2 kali. Sedangkan untuk anak usia SD harus mendapatkan imunisasi difteri melalui program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), terutama anak yang masih duduk di kelas 1 sampai dengan kelas 5. Dijelaskannya, setelah seluruh rangkaian imunisasi tersebut selesai, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun sekali.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi yang belum melengkapi imunisasi, agar segera melengkapinya, di fasilitas kesehatan terdekat, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi terhadap berbagai jenis penyakit termasuk penyakit difteri.

Menyinggung gejala awal penyakit difteri, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, antara lain demam tidak tinggi, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan dan nyeri tenggorokan yang disertai suara berbunyi seperti mengorok atau pembesaran kelenjar getah bening leher, serta sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah. Disamping itu juga memiliki tanda khas, yakni selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut bull neck. Untuk itu, bagi warga masyarakat yang mendapat gejala tersebut, agar segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat, untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan.