SELURUH SPBU DI SUKABUMI DIWAJIBKAN MENJUAL GAS ELPIJI UKURAN 3 KILOGRAM DAN 5,5 KILOGRAM

Reporter : ENDANG SUMARDI

Seluruh SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar) di Kota dan Kabupaten Sukabumi, diwajibkan menjual Gas Elpiji ukuran 3 kilogram dan 5,5 kilogram. Maksud dan tujuannya, untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan Gas Elpiji di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Karena seperti diungkapkan Ketua Hiswama Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Sukabumi, Yudha Sukmagara, di Kota Sukabumi sempat mengalami kelangkaan Gas Elpiji ukuran 3 kilogram, beberapa waktu yang lalu.

Tapi hal tersebut dapat segera ditangani, setelah pihak Hiswama Migas Sukabumi dengan pihak Diskop UKM-PP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi beserta instansi dan lembaga terkait lainnya, melaksanakan operasi pasar ke sejumlah wilayah di Kota Sukabumi. Diungkapkan pula, setelah dilaksanakannya operasi pasar tersebut, keberadaan Gas Elpiji ukuran 3 kilogram di Kota Sukabumi sudah kembali normal, serta mudah didapat oleh warga masyarakat.

Namun demikian, untuk mengatisipasi terjadinya kembali kelangkaan gas tersebut khususnya di Kota Sukabumi, pihak Hiswana Migas Sukabumi sudah mengeluarkan aturan kepada seluruh SPBU di Kota dan Kabupaten Sukabumi, supaya menjual Gas Elpiji ukuran 3 kilogram dan 5,5 kilogram. Dengan demikian, warga masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi, bisa mendapatkan Gas Elpiji ukuran 3 kilogram dan 5,5 kilogram di setiap SPBU di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sedangkan untuk mengetahui HET (Harga Eceran Tertinggi) atau pada saat terjadi kelangkaan gas tersebut, warga masyarakat bisa mengecek dan membelinya di SPBU terdekat.

Menyinggung kebutuhan gas tersebut di Kota dan Kabupaten Sukabumi, menurut Ketua Hiswama Migas Sukabumi, pada awal bulan Desember 2017 mengalami peningkatan hingga 20 persen, sedangkan pasokan mengalami penurunan, sehingga mengakibatkan terhadap terjadinya kelangkaan gas tersebut, khususnya di Kota Sukabumi. Adapun faktor lainnya yang menjadi penyebab terhadap terjadinya kelangkaan gas tersebut di Kota Sukabumi, yakni masih banyaknya restoran yang menggunakan gas bersubsidi tersebut. Padahal gas tersebut hanya diperuntukan bagi warga masyarakat yang tidak dan kurang mampu.

Selain itu juga dijelaskan, pasokan Gas Elpiji ukuran 3 kilogram untuk Kota dan Kabupaten Sukabumi, dalam setiap bulannya rata-rata mencapai sebanyak 2,3 juta tabung, yakni untuk Kota Sukabumi sebanyak 700 ribu tabung, dan untuk Kabupaten Sukabumi sebanyak 1,6 juta tabung. Selanjutnya dijelaskan, pihak Hiswana Migas Sukabumi akan senantiasa berupaya optimal melaksanakan pemantauan terhadap stok Gas Elpiji ukuran 3 kilogram di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Disamping itu, Ketua Hiswama Migas Sukabumi juga mengimbau kepada warga masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi yang mampu, termasuk pengusaha, kepala desa, lurah dan yang lainnya, agar tidak menggunakan Gas Elpiji ukuran 3 kilogram, tapi harus menggunakan Gas Elpiji ukuran 5,5 kilogram. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sebab Gas Elpiji ukuran 3 kilogram bersubsidi ini, hanya diperuntukan bagi warga masyarakat yang tidak dan kurang mampu.