REALISASAI INVESTASI PMA DAN PMDN KOTA SUKABUMI MENCAPAI RP. 14.520.021.935.021,00.

Reporter : ENDANG SUMARDI

Kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Sukabumi, Drs. Beni Haerani, M.M. mengungkapkan, realisasai investasi PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) Kota Sukabumi, hingga akhir tahun 2017 mencapai Rp. 14.520.021.935.021,00, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 38.169 orang.

Diungkapkan pula, khusus untuk investasi PMDN, dalam setiap tahunnya di Kota Sukabumi senantiasa over target. Demikian pula untuk tahun 2018, investasi PMDN optimis bisa dicapai dan over target, kendati dalam tahun 2018 ini, di Kota Sukabumi dilaksanakan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Serentak, yakni Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi. Sebab laju investasi khususnya PMDN, di Kota Sukabumi tidak akan terpengaruh oleh pelaksanaan Pilkada tersebut. Buktinya saat ini masih banyak investor yang ingin menanamkan investasinya di Kota Sukabumi. Dengan demikian, laju investasi di Kota Sukabumi khususnya PMDN berjalan lancar dan aman. Apalagi para investor tersebut sangat cerdas dan pintar, serta mengetahui trik dan strategi dalam menanamkan investasinya.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak DPMPTSP Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga masyarakat serta kepada para investor yang akan menanamkan investasinya di Kota Sukabumi, dengan memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan pada saat akan menanamkan investasinya. Karena dengan adanya para investor tersebut, dapat membantu pemerintah dan warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Kepala DPMPTSP Kota Sukabumi menandaskan, kendati luas wilayah Kota Sukabumi relatif kecil, tapi peluang bagi para investor khususnya yang bergerak dalam bidang jasa, seperti perbankan, properti, hotel dan kuliner, untuk menanamkan investasinya di Kota Sukabumi masih terbuka lebar. Karena kendati luas wilayah Kota Sukabumi relatif kecil, tapi memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Buktinya saat ini, di Kota Sukabumi sudah berdiri 20 lebih jasa perbankan dan beberapa hotel bintang.

Terlebih apabila pembangunan double track atau jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi, serta pembangunan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) dan pembangunan Bandara Sukabumi sudah selesai direaliasikan dan diwujudkan, para investor yang akan menanamkan investasinya di Kota Sukabumi akan bertambah dan meningkat. Namun para investor yang akan menanamkan investasinya di Kota Sukabumi, hanya untuk para investor yang bergerak dalam bidang jasa saja. Sebab bagi para investor yang bergerak dalam bidang industri sudah tidak memungkinkan, karena lahan yang ada di Kota Sukabumi sudah sangat terbatas.