ADA DUA MAKNA DALAM UPACARA PENGIBARAN BENDERA YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH SEMUA PIHAK

Reporter : ARIF HIDAYAT

Redaktur : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. menjelaskan, ada dua makna dalam Upacara Pengibaran Bendera Negara Sang Merah Putih Hari Kesadaran Nasional, yang dilaksanakan pada setiap tanggal 17, yang harus senantiasa diperhatikan oleh semua pihak, baik oleh aparat pemerintah maupun oleh seluruh lapisan warga masyarakat, yakni yang pertama, upacara ini merupakan komitmen kesetiaan dan dukungan terhadap Pancasila, UUD (Undang-Undang Dasar) 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Bhineka Tunggal Ika.

Untuk itu, seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) harus konsisten dan senantiasa mewujudkan bersama sebagai sebuah bangsa, seperti yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Kemudian makna yang kedua, upacara ini merupakan media bagi semua pihak, untuk senantiasa mawas diri dan sarana untuk meningkatkan tugas ASN dalam melayani publik.

Penjelsan Wali Kota Sukabumi tersebut, disampaikan oleh PLT (Pelaksan Tugas) Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Drs. H. Saleh Makbullah M.Si., selaku Inspektur Upacara pada Upacara Pengibaran Bendera Negara Sang Merah Putih Hari Kesadaran Nasional Tingkat Kota Sukabumi, hari senin pagi, 19 Maret 2018, bertempat di halaman Apel Balai Kota Sukabumi. Adapun yang bertindak sebagai Perwira Upacara, Ratna Hermayanti, S.STP., M.AP., Komandan Upacara, Arif Senjaya S.E., Pembaca Naskah Pancasila,  Inspektur Upacara, Pembacana Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Dadang Irawan, S.E., Pambaca Panca Prasetya Korpri, Efendi, S.IP., Pengibar Bendera, Asep Badrudin, S.IP., Resa Resiani dan Agus Saripudin, Pembaca Doa, Ejen Jaenudin, S.IP, dan Satuan Musik, Gema Swara Kopri Kota Sukabumi.

Selain itu, Wali Kota Sukabumi mengatakan, sebagai aparatur pemerintah harus siap dihadapkan pada berbagai permasalahan saat ini yang kian komplek dan menantang. Dikakatan pula, dalam pelayanan publik yang semakin baik, tentunya akan berpengaruh terhadap kepercayaan warga masyarakat, baik dalam investasi maupun dalam kesadaran dalam membayar pajak dan retribusi. Karena melalui hal tersebut, dapat meningktkan kesejahteraan warga masyarakat, seperti yang dicita-citakan oleh para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia.