KOTA SUKABUMI KRISIS LAHAN PEMAKAMAN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kota Sukabumi krisis lahan pemakaman, sehingga nyaris tidak memilik lahan untuk pemakaman. Sebab seperti diungkapkan Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pemakaman DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi, dari luas lahan pemakaman yang ada di Kota Sukabumi sekitar 49 hektar, lahan yang kosong untuk pemakaman nyaris tidak ada, sehingga perlu dilakukan perluasan.

Dijelaskannya, luas lahan pemakaman tersebut, tersebar di sejumlah TPU (Tempat Pemakaman Umum) di Kota Sukabumi. Antara lain TPU Taman Bahagia Benteng, TPU Taman Rahmat Citamiang, TPU Kerkop Gedong Panjang, TPU Cikundul, TPU Khusnul Khotimah Ciandam, TPU Astana Baros, TPU Tegalpari. dan 2 TPU di Kelurahan Subangjaya. Dijelaskan pula, luas lahan pemakaman di sejumlah TPU tersebut, diperkiraan seluas 90 persen sudah terisi, terutama di TPU Taman Bahagia Benteng.

Adapun upaya untuk mengatasi krisis lahan pemakaman ini, Pemerintah Kota Sukabumi akan membeli lahan di daerah Kabupaten Sukabumi. Namun hal tersebut dinilai tidak akan optimal, karena lahan pemakaman tersebut tidak hanya akan dimanfaatkan oleh warga masyarakat Kota Sukabumi saja, akan tetapi juga akan dimanfaatkan oleh warga masyarakat dari luar Kota Sukabumi.

Lebih jauh Kepala UPT Pemakaman DLH Kota Sukabumi menjelaskan, selain menghadapi kendala lahan pemakaman, pihaknya juga mengalami kendala dari segi pembayaran pajak makam dari keluarga pemilik makan, karena banyak yang belum membayar pajak makam. Selanjutnya dijelaskan, sesuai Perda (Peraturan Daerah) Kota Sukabumi yang mengatur tentang pemakaman,  setiap keluarga pemilik makam diwajibkan membayar pajak makam sebesar Rp. 100 ribu untuk setiap tiga tahun sekali. Namun dalam kenyataannya banyak keluarga pemilik makam yang belum membayar pajak, yakni lebih dari setengah jumlah keseluruhan keluarga pemilik makam.

Menyinggung jumlah makam keseluruhan yang ada di Kota Sukabumi, menurut Kepala UPT Pemakaman DLH Kota Sukabumi, saat ini sedang dilakukan pendataan kembali, karena pendataan sebelumnya dilakukan secara manual. Yang jelas lebih dari setengah keluarga pemilik makam belum membayar pajak. Namun untuk di Kota Sukabumi, keluarga pemilik makam yang belum membayar pajak masih diberi kebijaksanaan, tidak seperti di daerah lain. Karena di daerah lain, apabila sudah tidak membayar pajak makamnya langsung di bongkar. Dijelaskan pula, untuk ke depannya pihak UPT Pemakaman DLH Kota Sukabumi akan melakukan pendataan jumlah makam di Kota Sukabumi secara online. Maksud dan tujuannya, supaya pendataan dan adminstrasi pemakaman bisa dilaksanakan dengan baik dan optimal.