KERUGIAN AKIBAT BENCANA KEBAKARAN DI KOTA SUKABUMI CUKUP TINGGI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E. mengungkapkan, kerugian akibat bencana kebakaran di Kota Sukabumi cukuo tinggi, yakni pada Triwulan Pertama Tahun 2018 mencapai Rp. 262.000.000,00. Sedangkan total kerugian bencana di Kota Sukabumi pada Triwulan Pertama Tahun 2018 mencapai Rp. 711.625.000,00. Antara lain bencana kebakaran sebesar Rp. 262.000.000,00, tanah longsor Rp. 204.000.000,00, cuaca ekstrem Rp. 165.000.000,00, angin topan Rp. 42.125,000,00, gempa bumi Rp. 36.000.000,00, dan banjir Rp. 2.500.000,00.

Dijelaskannya, besarnya kerugian akibat bencana kebakaran di Kota Sukabumi ini, karena merusak permukiman warga masyarakat dan sarana lainnya. Adapun bencana kebakaran di Kota Sukabumi yang terjadi pada akhir Triwulan Pertama Tahun 2018, yakni menimpa sebuah rumah makan di wilayah RT 3 RW 3 Liung Tutut, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, tepatnya pada tanggal 29 Maret 2018, dan kerugiannya mencapai Rp. 10.000.000,00.

Sedangkan wilayah kecamatan yang paling besar mengalami kerugian akibat bencana kebakaran pada tahun 2017 yang lalu, yakni Kecamatan Citamiang mencapai Rp. 344.500.000,00, disusul Kecamatan Cibeureum sebesar Rp. 95.500.000,00, Kecamatan Baros Rp. 68.625.000,00, Kecamatan Lembursitu Rp. 64.000.000,00, Kecamatan Cikole Rp. 9.000.000,00, dan Kecamatan Gunungpuyuh Rp. 8.000.000,00.

Untuk itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa waspada dan berupaya optimal mengantisipasi kebakaran, dengan senantiasa mengecek instalasi listrik di rumahnya masing-masing. Diharapkannya, apabila ada instalasi listrik yang sudah jelek agar segera diganti. Maksud dan tujuannya, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Karena mayoritas kebakaran yang terjadi di Kota Sukabumi, yakni diakibatkan oleh korsleting listrik.

Selain itu, segenap lapisan warga masyarakat juga agar senantiasa dan secara rutin memeriksa dan menjaga sumber-sumber api yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran, seperti kompor, tungku dan yang lainnya, serta menjauhkan seluruh barang yang mudah terbakar dari sumber api, supaya tidak menimbulkan terjadinya bencana kebakaran. Yang jelas, segenap lapisan warga masyarakat harus bisa memastikan, bahwa rumahnya aman dari bencana kebakaran.