PROGRAM IPP MOCIDAKU PUSKESMAS SUKABUMI SUDAH DINILAI OLEH TIM PENILAI SINOVIK KEMENPAN-RB TAHUN 2018

Reporter / Redatur : ENDANG SUMARDI

Program IPP (Inovasi Pelayanan Publik) Mocidaku (Modal Cinta Tidak Cukup) yang diluncurkan Puskesmas Sukabumi, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, sudah dinilai oleh Tim Penilai Sinovik(Sistem Inovasi Pelayanan Publik) KemenPAN-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) RI Tahun 2018, tepatnya tanggal 18 April 2018, dalam rangka Gerakan One Agency One Innovation atau Gerakan Satu Instansi Satu Inovasi. Adapun Tim Penilai tersebut, terdiri dari Prof. Dr. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum. dari UNPAD, Rohman Budijanto Direktur Eksekutif JPIP (Jawa Post Institute of Pro Otonomi) Surabaya dan penialai lainnya.

Sedangkan kategori kompetisi yang dinilai, menurut Kepala Puskesmas Sukabumi, drg. Suhendro Rusli, diantaranya tata kelola penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif, efisien dan berkinerja tinggi, sistem transparansi, akuntabilitas dan intergritas dalam memberikan pelayanan publik. serta kolaborasi dalam kegiatan penyelengaraan pelayanan publik inklusif untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Sementara sistem penilaiannya, yakni setiap kandidat harus bisa memaparkan poin-poin yang ada dalam PermenPAN-RB (Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) RI Nomor 3 Tahun 2018, terkait Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik dalam jangka waktu 15 menit.

Dijelaskannya, standar program IPP Mocidaku ini, terdiri dari 14 komponen dari setiap jenis pelayanan yang disusun, serta SOP (Standar Operasional Prosedur)-nya didasarkan pada PermenPAN-RB RI Nomor 3 Tahun 2018. Dijelaskan pula, program IPP Mocidaku ini, merupakan program untuk membantu pemerintah, dalam rangka mewujudkan dan menciptakan gerakan untuk generasi yang lebih sehat. Untuk itu, melalui program IPP Mocidaku ini, Puskesmas Sukabumi akan mengedukasi masyarakat, khususnya tentang kesehatan reproduksi, gizi seimbang, penyakit menular, NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), serta KB (Keluaraga Berencana).

Selain itu, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan KUA (Kantor Urusan Agama) Cikole, untuk memeriksa kesehatan terhadap para pasangan calon pengantin secara menyeluruh, melalui program IPP Mocidaku ini. Intinya, pernikahan tidak hanya modal cinta saja, tapi juga diperlukan persiapan mental, kesehatan jasmani dan rohani, supaya dapat melahirkan generasi sehat dan berkualitas untuk kedepannya. Disamping itu, pihaknya juga ke depan akan melakukan kerja sama dengan Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Kota Sukabumi, supaya dapat memeriksa kesehatan terhadap para pasangan calon pengantin non Muslim, melalui program IPP Mocidaku.