KONDISI IDEAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL MASIH JAUH DARI JANGKAUAN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Mubadjir Effendy, M.A.P. menandaskan, semua pihak tentu menyadari, bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang dicita-citakan oleh semua pihak, masih jauh dari jangkauan. Untuk itu, semua pihak terkait terus berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan terus-menerus mengalibrasi praktik pendidikan, agar memiliki presisi atau ketelitian yang tinggi, sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan dan kebutuhan pembangunan.

Di sisi yang lain, semua pihak terkait berusaha menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal budaya. Sebagaimana diakui oleh salah satu Asisten Direktur Jenderal UNESCO, Fransesco Bandarin mengatakan, bahwa Indonesia sebagai negara adidaya atau super power kebudayaan. Berkaitan dengan hal tersebut, semua pihak terkait terus menggali kekayaan budaya Indonesia, melestarikan dan mengembangkannya, demi terwujudnya Indonesia yang benar-benar adikuasa di bidang kebudayaan. Selain itu, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan mengamanatkan, bahwa pemajuan kebudayaan memerlukan langkah strategis, berupa upaya-upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan, guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Penandasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut, disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., saat memberi sambutan pada Upacara Peringatan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) Tahun 2018 Tingkat Kota Sukabumi, hari Rabu pagi, 2 Mei 2018, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi.

Ditandaskan pula, cita-cita pendidikan dan kebudayaan nasional, hanya bisa terwujud apabila semua pihak terkait bekerja keras dan berdaya jelajah luas. Sebab dengan cara tersebut, kerja pendidikan dan kebudayaan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Disamping itu juga ditandaskan, apresiasi publik terhadap keberhasilan pemerintah yang gencar membangun infrastruktur, harus disertai dengan pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) secara lebih sungguh-sungguh dan terencana. Selanjutnya ditandaskan, sebagaimana diketahui bersama, dalam tiga tahun terakhir, pemerintah telah membangun dan memperkuat infrastruktur hampir di semua penjuru tanah air. Dikatakannya, walaupun belum sepenuhnya selesai, tapi manfaatnya sudah dapat dinikmati, diantaranya semakin mempermudah kerja pendidikan dalam memperluas akses, kendati pada saat yang sama memaksa kerja pendidikan harus sigap merespons secara positif terhadap perubahan tata nilai, sebagai dampak dari perkembangan infrastruktur tersebut. Dikatakan pula, pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat, serta memiliki kemampuan berpresisi tinggi, untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sukabumi didampingi Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Unsur FKPD (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi,  Ketua TP PKK Kota Sukabumi, PLT (Pelaksana Tugas) Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, serta Kepala Dinas P dan K (Pendidikan dan Kebudayaan) Kota Sukabumi, secara simbolis menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya 30 Tahun, 20 Tahun dan 10 Tahun dari Presiden RI, kepada sejumlah guru di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Disamping itu juga menyerahkan Piala dan Penghargaan kepada sejumlah Kepala Sekolah dan Guru yang berprestasi, serta kepada para juara O2SN dan FL2SN Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2018, diakhiri penandatanganan MoU antara Polres Sukabumi Kota dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, tentang Pencegahan Narkoba di lingkungan sekolah.