PLT SEKRETARIS DAERAH KOTA SUKABUMI MEMBUKA SOSIALISASI KELURAHAN PEDULI INFLASI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

PLT (Pelaksana Tugas) Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Drs. H. Saleh Makbullah, M.Si., hari Kamis, 3 Mei 2018, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, secara resmi membuka Sosialisasi Kelurahan Peduli Inflasi, yang diikuti oleh para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), para Camat dan Lurah, serta para Ketua RW. Hadir pada kesempatan tersebut, para Asisten Daerah Setda Kota Sukabumi, para nara sumber dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, PLT Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menjelaskan, Inflasi merupakan salah satu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus, berkartan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau spekulasi, termasuk ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinyu.

Selain itu, inflasi merupakan proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi, belum tentu menunjukan inflasi. Sebab Inflasi merupakan indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi apabila proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saiing pengaruh-mempengaruhi. Dijelaskan pula, istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang, yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Lebih jauh PLT Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menjelaskan, inflasi dapat disebabkan oleh dua hal. Yakni yang pertama tarikan permintaan, seperti kelebihan likuiditas, uang atau alat tukar, serta yang kedua adalah desakan atau tekanan produksi dan distribusi, seperti kurangnya produksi atau product or service, termasuk kurangnya distribusi.

Dikatakannya, untuk penyebab yang pertama, lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter atau Bank Sentral. Sedangkan untuk penyebab yang kedua, lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor, yang dalarn hal ini dipegang oleh Pemerintah atau Government, seperti fiskal yang terdiri dari perpajakan, pungutan, insentif, disinsentif, kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasl dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia secara simbolis menyerahkan sebanyak 1.000 kantong Polybag Bibit Cabai kepada PLT Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, serta diserahkan kembali kepada para Camat se Kota Sukabumi.