PEMERINTAH KOTA SUKABUMI MENDAPAT PENGHARGAAN TERBAIK TINGKAT NASIONAL

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Pemerintah Kota Sukabumi melalui Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kota Sukabumi, mendapat penghargaan terbaik tingkat nasional, yakni juara kedua kategori Smart Governance dari CityAsia, Inc. Sedangkan juara selengkapnya, yakni juara pertama diraih Kota Yogyakarta Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), juara kedua Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat, dan juara ketiga Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., sebagai undangan dalam acara ISNA (Indonesia Smart Nation Award) 2018, kepada Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Drs. H. Gabril Sukarman, M.Pd., tepatnya tanggal 3 Mei 2018, di Nusantara Hall BSD Tangerang.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Diskominfo Kota Sukabumi menyatakan merasa bangga atas diraihnya predikat juara kedua tersebut. Sebab Kota Sukabumi harus bersaing dengan puluhan kota se Indonesia. Adapun kriteria penilaiannya, terdiri dari perencanaan dan implementasi daerah dalam melaksanakan tata kepemerintahan. Dijelaskannya, penghargaan tersebut merupakan salah satu penghargaan dari ratusan penghargaan yang diraih Kota Sukabumi, atas prestasi kinerja selama kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi Masa Bhakti Tahun 2013-2018. Dijelaskan pula, dengan diraihnya penghargaan tersebut, Diskominfo Kota Sukabumi akan menyusun ulang dan mendokumentasikannya dalam Buku Masterplan Smart City. Selain itu juga dijelaskan, untuk ke depannya, berbagai prestasi dan tata kelola pemerintahan di Kota Sukabumi bisa diakses melalui teknologi informasi, serta akan terus ditingkatkan dan kembangkan oleh Diskominfo Kota Sukabumi.

Sementara Founder CitiAsia, Inc., Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi menjelaskan, penerima penghargaan tersebut merupakan daerah-daerah peringkat terbaik dalam tujuh kategori penghargaan. Antara lain Smart Readiness, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economi, Smart Living/ Smart Society, dan Smart Environment, yang masing-masing kategorinya terdiri dari tiga daerah nominasi. Dijelaskan pula, sebelum dinobatkan, daerah-daerah tersebut dinilai berdasarkan hasil studi Indeks Kematangan Daerah Pintar. Disamping itu juga dijelaskan, dalam proses penilaian indeks, ISNA 2018 diukur dengan menggunakan berbagai parameter pengukuran, yang berasal dari data capaian pembangunan kota, kabupaten dan provinsi di Indonesia, sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2017.

Lebih jauh Founder CitiAsia, Inc. menjelaskan, penilaian tersebut melibatkan data hasil investigasi terhadap eksposur seluruh daerah lebih dari 260 ribu artikel pemberitaan, serta lebih dari 30 media cetak dan elektronik nasional, yang dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2017. Selanjutnya dijelaskan, dalam rapat, dewan juri menyepakati transformasi ISNA. Adapun transformasi utamanya ada dalam kategori penerima, yang sebelumnya diberikan kepada pemerintah daerah tingkat kota, kabupaten dan provinsi, yang dibagi dalam tiga kategori provinsi, yakni besar, sedang dan kecil, berdasarkan pada  populasi penduduk. Sedangkan pada tahun 2018, kategori penerima penghargaan diberikan berdasarkan kinerja pada dimensi smart city dan kesiapan smart city.