AKAN MEMBENTUK POSKO DAN SATGAS KETENAGAKERJAAN PEDULI LEBARAN TAHUN 2018

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, akan membentuk Posko (Pos Komando) dan Satgas (Satuan Tugas) Ketenagakerjaan Peduli Lebaran Tahun 2018 dan Pengawasan THR (Tunjangan Hari Raya) para pekerja di Kota Sukabumi. Seperti dijelaskan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Dra. Hajah Iyan Damayanti, M.Si., pembentukan Posko dan Satgas Ketenagakerjaan Peduli Lebaran dan Pengawasan THR ini, sesuai dengan Surat Edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahwa di Kota dan Kabupaten harus dibentuk Posko dan Satgas Ketenagakerjaan Peduli Lebaran dan Pengawasan THR, yang anggotanya dari Dinas Tenaga Kerja dan dari Tri Partit.

Adapun maksud dan tujuan dibentuknya Posko dan Satgas Ketenagakerjaan Peduli Lebaran dan Pengawasan THR ini, diantaranya untuk mengantisipasi adanya keluhan dari para pekerja di Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pembayaran THR Keagamaan di Kota Sukabumi. Dikatakannya, Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi setiap tahun senantiasa melakukan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan dan pembayaran THR di Kota Sukabumi. Selain itu juga dikatakan, Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi sudah menerima Surat Edaran dari Menakertrans (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi) RI, Tentang Pembayaran THR Keagamaan dan Himbauan Mudik Lebaran Bersama. Dijelaskannya, Surat Edaran tersebut diedarkan kembali kepada seluruh perusahaan di Kota Sukabumi, supaya mengetahui dan memahaminya.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi menandaskan, pada tahun 2018 Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi menargetkan seluruh perusahaan di Kota Sukabumi dapat memberi THR kepada para pekerjanya. Untuk itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi mengimbau kepada seluruh perusahaan di Kota Sukabumi, agar memberi THR kepada para pekerjanya paling lambat 7 hari sebelum Idul Fitri Tahun 1439 Hijriyah. Maksud dan tujuannya, untuk memberi kesempatan kepada para pekerja, terutama para pekerja yang akan mudik ke kampung halamannya masing-masing, bisa leluasa dan memiliki waktu yang panjang.

Sedangkan besaran THR bagi para pekerja perusahaan, sesuai dengan Surat Edaran Menakertrans RI dibagi dalam 3 katagori. Antara lain, bagi pekerja yang masa kerjanya sudah mencapai 3 bulan atau kurang dari 12 bulan, diberikan THR secara proporsional, dengan hitungan jumlah bulan masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan 1 bulan gaji. Selanjutnya bagi pekerja yang masa kerjanya diatas 1 tahun, THR-nya wajib diberikan 1 bulan gaji, dan bagi pekerja yang baru bekerja di bawah 1 bulan, pemberian THR-nya disesuaikan dengan kebijakan perusahaan masing-masing.