PENJABAT WALI KOTA SUKABUMI SAHUR BERSAMA SERTA TADARUS DAN SHALAT SUBUH BERJAMAAH

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Penjabat Wali Kota Sukabumi, Drs. H. Dady Iskandar, M.M. beserta Penjabat Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Sukabumi, Drs. H. Saleh Makbullah, M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., Sekretaris DPRD Kota Sukabumi, Asep L. Sukmana, S.H., M.Si., para alim ulama dan umaro serta warga masyarakat khususnya para Jamaah Masjid Al-Ikhlas Pemda Kota Sukabumi, Sahur Bersama serta Tadarus dan Shalat Subuh Berjamaah, tepatnya tanggal 27 Mei 2018.

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini, digagas langsung oleh Penjabat Wali Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kualitas ibadah pada Bulan Suci Ramadhan Tahun 1439 Hijriyah dan mencari ridho Alloh. Selain itu, juga sebagai sarana untuk menjalin sekaligus meningkatkan silaturahim dan mengajak para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan serta keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh.

Penjabat Wali Kota Sukabumi menjelaskan, pada Bulan Suci Ramadhan, selain harus melaksanakan Ibadah Shaum, Sholatullail dan Tadarus Al-Quran, juga harus membayar ZIS (Zakat, Infaq dan Shodaqoh). Terlebih membayar Zakat Fitrah, karena merupakan salah satu kewajiban sebagai pencuci dan pembersih untuk orang yang shaum, dari ucapan dan perbuatan yang tidak baik, dan sebagai jamuan bagi orang miskin. Dijelaskan pula, dengan kewajiban membayar zakat, setiap umat Islam bertanggungjawab terhadap umat manusia di sekitarnya, disamping bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Untuk itu, Penjabat Wali Kota Sukabumi mengharapkan, dengan kewajiban membayar zakat fitrah, dapat melahirkan keseimbangan antara kehidupan orang kaya dengan orang miskin, agar tidak terjadi jurang yang sangat dalam antara kaum konglomerat dengan kaum miskin.

Diharapkan pula, dari pelaksanaan kewajiban membayar zakat ini, dapat mencerminkan kehidupan yang harmonis, antara para agniya dengan yang lemah, antara yang berada dengan yang tidak berada, serta antara yang kaya dengan yang miskin, sekaligus sebagai wajud nyata perhatian dan kepedulian yang kaya kepada yang miskin. Namun demikian, yang miskin pun harus mempedulikan dan membantu yang kaya, diantaranya dengan turut serta membantu menjaga dan mengamankan kekayaannya. Hal ini sesuai dengan hakekat kehidupan, yakni saling mengisi dan saling membantu. Karena dalam kehidupan, tidak ada seorang pun yang sempurna, kendati bagaimana pun kayanya seseorang, tetap membutuhkan orang lain. Bahkan semakin kaya seseorang, akan semakin banyak membutuhkan tenaga dan bantuan orang lain.