SELAMA BULAN RAMADHAN JUMLAH KEJADIAN BENCANA DI KOTA SUKABUMI MENGALAMI PENURUNAN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Selama Bulan Ramadhan Tahun 1439 Hijriyah, jumlah kejadian bencana di Kota Sukabumi mengalami penurunan. Seperti dijelaskan Sekretaris BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Sandra Utama Teguh, S.Kom., M.M., selama Bulan Ramadhan Tahun 1439 Hijriyah, jumlah bencana di Kota Sukabumi hanya terjadi 9 kali, serta kerugiannya hanya mencapai Rp. 30 juta.

Sedangkan pada bulan sebelumnya atau pada Bulan April 2018, jumlah bencana di Kota Sukabumi mencapai 17 kali, dan kerugiannya mencapai Rp. 400 juta. Adapun jenis bencana yang terjadi di Kota Sukabumi, diantaranya rumah roboh, banjir, longsor, kebakaran dan angin kencang, serta kejadian tersengat listrik dan anak tenggelam. Sementara jenis kejadian bencana yang paling banyak di Kota Sukabumi, yakni bencana longsor dan angin kencang.

Dijelaskan pula, menurunnya kejadian bencana di Kota Sukabumi pada Bulan Ramadhan ini, diakibatkan oleh cuaca yang bersahabat. Sebab cuaca yang tidak bersahabat apalagi cuaca ekstrem dapat menyebabkan terjadinya bencana. Selain itu juga dijelaskan, BPBD Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal dan secara rutin melakukan sosialisasi kepada segenap lapisan warga masyarakat di setiap kecamatan dan kelurahan di Kota Sukabumi, untuk memberi pengetahuan dan pemahaman khususnya dalam upaya mengurangi dampak resiko bencana.

Lebih jauh Sekretaris BPBD Kota Sukabumi menjelaskan, pada saat cuti dan libur panjang Idul Fitri Tahun 1439 Hijriyah, BPBD Kota Sukabumi akan senantiasa siap siaga, dengan menurunkan sedikitnya 100 personil gabungan, yakni aparat BPBD Kota Sukabumi dan relawan, sehingga dapat stanbay 24 jam di Posko (Pos Komando) yang sudah disediakan. Hal tersebut dilakukan, untuk mengurangi berbagai hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak.

Sekretaris BPBD Kota Sukabumi mengharapkan, dengan berbagai upaya tersebut dapat mengurangai adanya korban jiwa yang diakibatkan kejadian bencana. Sebab pada saat kejadian bencana, warga masyarakat pasti akan merasa panic, sehingga tidak mengetahui langkah dan upaya apa yang harus dilakukan. Diharapkan pula, dengan dilaksanakannya sosialisasi secara rutin, segenap lapisan warga masyarakat dapat mengetahui dan memahami berbagai langkah dan upaya yang harus dilakukan pada saat terjadi bencana.