DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI AKAN MENGKAJI ULANG TENTANG REKAYASA LALU LINTAS DI KOTA SUKABUMI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi akan mengkaji ulang tentang rekayasa lalu lintas di Kota Sukabumi, khususnya bagi kendaraan bermuatan besar truk dan tronton. Seperti dijelaskan Kepala Bidang LLA (Lalu Lintas dan Angkutan) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, H.R. Imran Whardhani, A.Md.LLAJ., S.IP., M.Si., hal tersebut dilakukan, karena situasi dan kondisi wilayah Kota Sukabumi semakin dinamis, terutama setelah adanya Jalan Lingkar Selatan. Berkaitan dengan hal tersebut, jalur untuk kendaraan bermuatan besar tidak lagi melintas ke Pusat Kota Sukabumi. Dijelaskan pula, sejak tahun 2003 yang lalu, kendaraan bermuatan besar bisa melintas ke Pusat Kota Sukabumi dengan manajemen waktu. Hal tersebut sesuai dengan Perwal (Peraturan Walikota) Sukabumi Nomor 164 Tahun 2003 tentang Trayek Kendaraan Pengangkut Pasir Berjenis Tronton dan Kendaraan Pengangkut Barang yang melintas di wilayah Kota Sukabumi.

Namun Perwal Sukabumi tersebut, menurut Kepala Bidang LLA Dinas Perhubungan Kota Sukabumi akan dikaji ulang, sebab kendaraan bermuatan besar tersebut menjadi salah satu pemicu jalan protokol di Kota Sukabumi cepat rusak, serta sering menimbulkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di Pusat Kota Sukabumi. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi perlu melakukan rekayasa lalu lintas di Kota Sukabumi, dengan menciptakan jalur khusus bagi kendaraan bermuatan besar, khususnya truk dan tronton. Maksud dan tujuannya, supaya jalan protokol di Kota Sukabumi tidak cepat rusak, serta untuk menangani kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di Pusat Kota Sukabumi.

Dikatakannya, kendaraan bermuatan besar truk dan tronton, hingga saat ini bisa melintas ke Pusat Kota Sukabumi dari pukul 18.00 sampai dengan pukul 06.00 WIB melalui jalan nasional, yakni Jalan K.H. Ahmad Sanusi, Jalan Bhayangkara, Jalan Bunut, Jalan Siliwangi dan jalan R.A. Kosasih. Dikatakan pula, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi beserta dinas dan instansi terkait pernah merencanakan jalan khusus bagi kendaraan bermuatan besar, yakni melalui Jalan Lingkar Selatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun hingga saat ini pembangunan jalan tersebut belum selesai, sebab baru sampai pada segmen ketiga, tepatnya baru sampai ke wilayah Ciandam, Kercamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Lebih jauh Kepala Bidang LLA Dinas Perhubungan Kota Sukabumi mengatakan, menurut rencana, setelah pembangunan jalan tersebut selesai, seluruh kendaraan bermuatan besar akan diarahkan melalui jalan tersebut, sehingga ke depannya tidak ada lagi kendaraan besar yang melintas ke Pusat Kota Sukabumi. Selain itu juga dikatakan, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam merealisasikan rencana tersebut, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi terus melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Adapun mengenai upaya pengkajian rakayasa lalu lintas ini bisa secepatnya selesai, supaya pada tahun 2019, Jalan Lingkar Selatan sudah bisa dilalui oleh kendaraan bermuatan besar. Apalagi ke depannya akan ada double track atau jalur ganda lintasan Kereta Api Bogor-Sukabumi dan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), serta memerlukan adanya jalur khusus bagi kendaraan bermuatan besar di Kota Sukabumi.

Leave a Reply