WARGA MASYARAKAT AGAR LEBIH TELITI PADA SAAT BELANJA BAWANG MERAH

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala Diskop UKM-PP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M., meminta kepada segenap lapisan warga masyarakat agar lebih teliti pada saat belanja Bawang Merah, karena pada akhir-akhir ini Kementerian Pertanian RI telah merilis ada perusahaan yang menjual Bawang Merah Palsu.

Adapun Bawang Merah Palsu tersebut merupakan Bawang Bombay dengan ukuran di bawah 5 centi meter, serta dijual dengan harga yang sangat murah, yakni hanya antara Rp. 7.000,00 sampai dengan Rp. 10.000,00 per kilogram. Sedangkan Bawang Merah Asli, yakni antara Rp. 25.000,00 sampai dengan Rp. 32.000,00 per kilogram.

Selain itu, juga ada perbedaan dalam bentuk fisik antara Bawang Merah Lokal dengan Bawang Merah Palsu, yakni dalam jumlah umbinya. Antara lain, Bawang Merah Lokal ada tiga umbi dalam setiap satuannya, tapi Bawang Merah Palsu hanya satu umbi. Sedangkan perbedaan lainnya antara Bawang Merah Lokal dengan Bawang Merah Palsu, yakni dari aromanya. Sebab aroma Bawang Merah Asli lebih kuat dibandingkan dengan Bawang Merah Palsu.

Namun khusus untuk di Kota Sukabumi hingga saat ini masih aman, karena Diskop UKM-PP Kota Sukabumi belum menerima laporan terkait adanya peredaran Bawang Merah Palsu di Kota Sukabumi. Disamping itu, warga masyarakat yang berbelanja di Kota Sukabumi, cenderung lebih memilih dan membeli Bawang Merah Lokal yang ukurannya lebih kecil, dari pada Bawang Merah Impor. Namun demikian, Kepala Diskop UKM-PP Kota Sukabumi tetap meminta kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar lebih teliti pada saat belanja Bawang Merah.

Menyinggung pengawasan terhadap kemungkinan adanya peredaran Bawang Merah Palsu di Kota Sukabumi, menurut Kepala Diskop UKM-PP Kota Sukabumi, pihak Diskop UKM-PP Kota Sukabumi tidak memiliki kewenangan mengawasi barang-barang strategis termasuk kemungkinan adanya peredaran Bawang Merah Palsu, karena hal tersebut sudah menjadi kewenangan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sedangkan tugas Diskop UKM-PP Kota Sukabumi hanya memonitor harga saja. Untuk itu, pihak Diskop UKM-PP Kota Sukabumi akan melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta dengan instansi dan lembaga terkait lainnya.

Leave a Reply