KASUS HIV-AIDS DI KOTA SUKABUMI MENGALAMI PENINGKATAN SEBANYAK 55 KASUS

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Sekretaris KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi, Ir. H. Fifi Kusumajaya, M.M. mengungkapkan, kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi, sejak bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2018, mengalami peningkatan sebanyak 55 kasus. Jumlah kasus tersebut lebih banyak apabila dibandingkan dengan periode bulan yang sama tahun sebelumnya, yakni hanya mencapai 35 kasus.

Diungkapkan pula, dari jumlah 55 kasus tersebut, sebanyak 25 kasus Pasangan Risti (Berisiko Tinggi), seperti pasangan ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS), Pasangan IDU (Injecting Drug User), Ibu Hamil dan Pasien TB (Tuberkulosis), serta 13 kasus Pelaku Heteroseksual, 12 kasus LSL (Laki-laki Seks Laki-laki), 4 PPS (Pelangan Pekerja Seks), dan 1 Waria.

Sedangkan total kumulatif penderita HIV-AIDS di Kota Sukabumi, tepatnya sejak tahun 2000 hingga saat ini mencapai 1.312 kasus/ Dijelaskannya, para penderita HIV-AIDS tersebut, saat ini sedang melakukan akses Arv (Antiretroviral), di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, didampingi langsung oleh LSM Lensa Sukabumi, sebagai mitra KPA Kota Sukabumi.

Adapun faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi tersebut, yakni meningkatnya seks menyimpang di kalangan warga masyarakat, terlebih adanya kemudahan akses transportasi menuju Kota Sukabumi, sehingga banyak warga masyarakat dari luar Kota Sukabumi yang mengidap HIV-AIDS dengan mudah melakukan aksinya di Kota Sukabumi.

Untuk itu, KPA Kota Sukabumi akan senantiasa berupaya optimal dan secara rutin melakukan pencegahan sejak dini, diantaranya melalui edukasi dan sosialisasi secara masif kepada segenap lapisan warga masyarakat tentang bahaya HIV-AIDS, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan LSM Lensa Sukabumi. Dengan demikian, segenap lapisan warga masyarakat dapat mengurangi aktivitasnya, terutama yang dapat menyebabkan terkena HIV-AIDS.

Ditandaskannya, tugas KPA terbilang cukup berat. Sebab pada saat menemukan kasus baru HIV-AIDS, KPA harus dapat mengarahkan para pengidap HIV-AIDS, supaya konsisten melakukan pengobatan. Karena berdasarkan data yang ada di KPA, tidak sedikit pengidap HIV-AIDS yang berhenti berobat di tengah jalan. Selain itu, KPA juga harus berupaya optimal menekan dan mengurangi angka kematian para pengidap HIV-AIDS.

Leave a Reply