LPP DI KOTA SUKABUMI MENCAPAI 0,15 PERSEN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Kota Sukabumi, Iskandar, S.IP., M.T. mengungkapkan, LPP (Laju Pertumbuhan Penduduk) di Kota Sukabumi, tepatnya dari tahun 2016 sampai dengan Semester 2 Tahun 2017 mencapai 0,15 persen, dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 mencapai 330.974 jiwa, dan pada tahun 2017 bertambah menjadi 335.866 jiwa, tersebar di 7 wilayah kecamatan dan 33 kelurahan se Kota Sukabumi.

Selain itu juga diungkapkan, dari 7 kecamatan se Kota Sukabumi, yang paling banyak dan paling tinggi LPP-nya, yakni Kecamatan Lembursitu mencapai 0,23 persen, dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 mencapai 38.124 jiwa, dan pada tahun 2017 bertambah menjadi 39.020 jiwa. Adapun kecamatan yang paling rendah LPP-nya, yakni Kecamatan Cikole hanya mencapai 0,10 persen, dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 mencapai 61.960 jiwa, serta pada tahun 2017 bertambah menjadi 62.571 jiwa.

Sedangkan LPP di 5 kecamatan lainnya di Kota Sukabumi, yakni Kecamatan Gunung Puyuh 0,13 persen, dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 sebanyak 46.855, pada tahun 2017 bertambah menjadi 47.493 jiwa, Kecamatan Citamiang 0,13 persen, dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 sebanyak 52.075 jiwa, serta pada tahun 2017 bertambah menjadi 52.753 jiwa, dan Kecamatan Warudoyong 0,15 persen, dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 sebanyak 56.825 jiwa, serta pada tahun 2017 bertambah menjadi 57.665 jiwa. Selanjutnya Kecamatan Baros 0,18 persen, dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 sebanyak 34.851 jiwa, pada tahun 2017 bertambah menjadi 35.499 jiwa, serta Kecamatan Cibeureum 0,14 persen, dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 sebanyak 40.274 jiwa, dan pada tahun 2017 bertambah menjadi 40.865 jiwa.

Sementara upaya untuk menekan LPP di Kota Sukabumi, seperti dijelaskan Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Disdalduk, KB, P3A dan PM (Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat) Kota Sukabumi beserta instansi dan lembaga terkait lainnya, senantiasa berupaya optimal menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi terutama yang berstatus PUS (Pasangan Usia Subur), agar mengikuti program KB (Keluarga Berencana), untuk mengatur jarak kehamilan dan kelahiran.

Leave a Reply