SELURUH PENGUSAHA ANGKON DI KOTA SUKABUMI AGAR MENYEDIAKAN TEMPAT MANGKAL SENDIRI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman, A.TD., meminta kepada seluruh Pengusaha Angkon (Angkutan Online) di Kota Sukabumi, agar menyediakan tempat mangkal atau termpat parkir sendiri. Karena banyak Angkon yang mangkal atau parkir sembarangan, terutama di pusat-pusat keramaian di Kota Sukabumi, sehingga berdampak pada kemacetan lalu lintas.

Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi akan membenahi Angkon di Kota Sukabumi secara bertahap, termasuk kewajiban melakukan uji KIR dan menyediakan tempat mangkal atau tempat parkir sendiri. Maksud dan tujuannya, supaya setiap Angkon di Kota Sukabumi tidak mangkal atau parkir sembarangan, sebab dapat menimbulkan pada kemacetan lalu lintas.

Dikatakannya, dengan hal tersebut, Angkon di Kota Sukabumi tidak mangkal atau parkir berceceran dimana saja, karena dapat ditampung di tempat mangkal atau tempat parkir perusahaanya masing-masing. Dengan demikian, keberadaan Angkon di Kota Sukabumi bisa lebih tertib serta tidak menganggu terhadap lalu lintas.

Menyinggung sanksi bagi setiap Angkon yang mangkal atau parkir sembarangan di Kota Sukabumi, seperti ditandaskan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, hingga saat ini pihaknya belum bisa memberikan sanksi apapun, kecuali menghimbau kepada setiap Angkon di Kota Sukabumi, agar tidak mangkal atau parkir sembarangan.

Disamping itu, juga agar senantiasa mematuhi dan menaati peraturan yang berlaku, sebagaimana yang tertuang dalam Permenhub (Peraturan Menteri Perhubungan) RI Nomor 108 Tahun 2017, Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak Dalam Trayek, yakni para Pengusaha Penyedia Aplikasi Angkon harus memenuhi 9 item ketentuan. Antara lain argometer, tarif, wilayah operasi, kuota atau perencanaan kebutuhan, persyaratan minimal 5 kendaraan, bukti kepemilikan kendaraan bermotor, domisili tanda nomor kendaraan bermotor, SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe), dan Peran Aplikator.

Selain itu, juga SK (Surat Keputusan) Gubernur Jawa Barat, Tentang Penetapan Wilayah Operasi dan Rencana Kebutuhan Angkutan Sewa Khusus di Jawa Barat, yakni para Pengusaha Penyedia Aplikasi Angkon harus memenuhi beberapa ketentuan, diantaranya wajib KIR, berbadan usaha, tanda khusus pada setiap kendaraannya, dan memiliki dashboard atau alat untuk membaca.

Leave a Reply