KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK DI KOTA SUKABUMI MENGALAMI PENURUNAN HINGGA MENCAPAI 40 PERSEN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Sukabumi, selama 4 tahun terakhir tepatnya sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2018, mengalami penurunan secara signifikan hingga mencapai 40 persen. Sedangkan pada tahun 2014, kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Sukabumi mencapai 184 anak, yakni korban pedofil Emon. Demikian pula kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), juga mengalami penurunan secara signifikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdalduk, KB, P3A dan PM (Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat) Kota Sukabumi, Dra. Hj. Lilis Astri Suryanita, M.M., usai memperingati Harganas (Hari Keluarga Nasional) Ke 25 dan HAN (Hari Anak Nasional) Tahun 2018 Tingkat Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 11 Juli 2018, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, sejak terjadi kasus Emon pada tahun 2014 yang lalu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) serta instansi dan lembaga terkait, untuk senantiasa berupaya optimal mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak, khususnya terhadap anak dan perempuan.

Sedangkan upaya lainnya yang dilakukan, yakni pihaknya terus berupaya optimal menggelorakan program Tri Bina, yakni Bina Keluarga, Bina Lansia dan Bina Remaja, dengan melibatkan sejumlah kader di lapangan. Selain itu, pihaknya juga senantiasa berupaya optimal menggencarkan upaya perlindungan terhadap anak dan perempuan. Dengan demikian, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan senantiasa mengalami penurunan. Disamping itu, pihaknya juga senantiasa berupaya optimal mengampanyekan program Three Ends, yakni Akhiri Kekerasan terhadap anak dan perempuan, Akhiri Trafficking dan Akhiri Kesenjangan akses-akses ekonomi terhadap perempuan.

Menyinggung maksud dan tujuan dilaksankannya peringatan Harganas Ke 25 Tahun 2018, seperti dikatakan Kepala Disdalduk, KB, P3A dan PM Kota Sukabumi, yakni untuk mengingatkan kepada segenap lapisan warga masyarakat akan pentingnya keluarga, serta untuk menata kembali manajemen keluarga dengan konsep perencanaan keluarga dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan 8 fungsi keluarga, yang terdiri dari agama, pendidikan, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial budaya, ekonomi dan lingkungan.

Leave a Reply