BPBD KOTA SUKABUMI MENINGKATKAN KEWASPADAAN DAN KESIAPSIAGAAN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, untuk mengatasi dampak peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau, diantaranya dengan melakukan pemetaan wilayah yang rawan terjadi kekeringan di Kota Sukabumi. Seperti diungkapkan Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Drs. Asep Suhendrawan, didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E., berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, wilayah yang rawan terjadi kekeringan dan kesulitan air bersih di Kota Sukabumi, yakni di wilayah Bacile (Baros, Cibeureum dan Lembursitu). Tapi hingga saat ini, belum ada laporan terjadinya kekeringan dan kesulitan air bersih di Kota Sukabumi.

Namun demikian, BPBD Kota Sukabumi tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, untuk mengantisipasi dampak musim kemarau di Kota Sukabumi, diantaranya dengan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi hidrometeorologi, yakni tentang perkembangan cuaca, iklim dan perubahan iklim, yang berlangsung untuk zona Sukabumi. Dengan demikian, perkembangan wilayah di Kota Sukabumi yang mengalami kekeringan dapat terpantau. Dikatakannya, setiap wilayah di Kota Sukabumi yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, senantiasa mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Sukabumi, dengan membantu dan memberi pasokan air bersih, berkoordinasi dengan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan instansi terkait, khususnya dengan PDAM TBW (Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa) Kota Sukabumi.

Selain itu, Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa waspada dan berhati-hati pada musim kemarau saat ini. Karena pada setiap terjadi musim kemarau, di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kota Sukabumi, sering terjadi kekeringan dan kekurangan air bersih. Berkaitan dengan hal tersebut, segenap lapisan warga masyarakat agar senantiasa berupaya optimal mengantisipasi terjadinya kekeringan dan kekurangan air bersih, dengan menjaga dan memelihara seluruh sumber air yang ada serta melakukan penghematan air, yakni dalam setiap menggunakan air harus disesuaikan dengan kebutuhan. Disamping itu, juga sangat rawan terjadi bencana kebakaran. Untuk itu, seluruh lapisan warga masyarakat agar senantiasa menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar dari berbagai sumber api, seperti kompor, tungku dan sebagainya.

Leave a Reply