KPA KOTA SUKABUMI MENEMUKAN SEBANYAK 55 KASUS BARU HIV-AIDS

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Seperti diungkapkan Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., KPA Kota Sukabumi menemukan sebanyak 55 kasus baru HIV-AIDS, tepatnya sejak bulan Januari 2018 sampai dengan bulan Mei 2018. Dijelaskannya, masih tingginya kasus baru HIV-AIDS di Kota Sukabumi ini, menjadi perhatian Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya KPA Kota Sukabumi dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, untuk senantiasa berupaya optimal menekan angka HIV-AIDS di Kota Sukabumi. Diantaranya dengan meningkatkan sosialisasi kepada para pelajar SMP dan SMA sederajat serta mahasiswa di setiap Perguruan Tinggi yang ada di Kota Sukabumi.

Adapun kasus penyebaran HIV-AIDS di Kota Sukabumi, didominasi oleh para pelaku seks menyimpang, seperti LSL (Laki Seks Laki) dan WPS (Wanita Pekerja Seks) serta para pelanggan seks. Sedangkan mayoritas yang terjangkit HIV-AIDS di Kota Sukabumi, yakni usia produktif dari usia 20 sampai dengan usia 45 tahun. Oleh karenanya, KPA Kota Sukabumi dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, berupaya optimal meningkatkan sosialisasi kepada para pelajar SMP dan SMA sederajat serta mahasiswa di setiap Perguruan Tinggi yang ada di Kota Sukabumi, untuk mencegah dan menekan angka HIV-AIDS di Kota Sukabumi. Dijelaskan pula, pada tahun 2018 ini, KPA Kota Sukabumi menyasar sebanyak 5 ribu pelajar dan mahasiswa di Kota Sukabumi supaya melek HIV-AIDS, melalui sosialiasasi tentang bahaya HIV-AIDS.

Ketua KPA Kota Sukabumi mengharapkan, dengan digencarkannya sosialisasi kepada para pelajar dan mahasiswa ini, penyebaran dan penularan HIV-AIDS di Kota Sukabumi bisa ditekan. Dikatakannya, apabila ada orang yang positif tertular HIV-AIDS bisa segera ditangani dan ditanggulangi, supaya virusnya tidak menular kepada orang lain. Selain itu, Ketua KPA Kota Sukabumi juga menghimbau sekaligus meminta kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, supaya bisa ikut melakukan sosialisasi tentang bahaya HIV-AIDS. Karena virus HIV-AIDS ini bisa menyerang kepada setiap orang, tanpa memandang usia. Bahkan bayi dalam kandungan pun bisa tertular virus penyakit tersebut.

Disamping itu, segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi agar tidak melakukan aktivitas yang bisa berpotensi tertular HIV-AIDS, seperti seks menyimpang dan gonta-ganti pasangan atau seks bebas, termasuk penyalaahgunaan narkoba suntik. Dikatakan pula, kasus penularan HIV-AIDS di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya berfluktuasi atau tidak tetap. Namun demikian, pihak KPA Kota Sukabumi senantiasa fokus melakukan pencegahan dan penanggulangan termasuk melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat serta kepada para pelajar dan mahasiswa di Kota Sukabumi tentang bahaya HIV-AIDS. Maksud dan tujuannya, supaya ke depannya tidak ada lagi waga masyarakat Kota Sukabumi yang tertular virus penyakit tersebut. Selain itu, segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi pun agar senantiasa berupaya optimal melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke fasilitas kesehatan, seperti Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat.

Leave a Reply