REALISASAI PENGUMPULAN PBB-P2 DAN BPHTB DI KOTA SUKABUMI MENCAPAI RP. 13.709.459.147,00

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan) dan BPHTB (Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) BPKD (Badan Pengelolaan Keuangan Daerah) Kota Sukabumi, Ir. Atep Kurniawan, M.M. mengungkapkan, Realisasai Pengumpulan PBB-P2 dan BPHTB di Kota Sukabumi, sampai dengan akhir bulan Juni 2018 mencapai Rp. 13.709.459.147,00. Antara lain PBB-P2 mencapai Rp. 3.525.997.187,00 atau sebesar 43 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 8.200.000.000,00, dan BPHTB mencapai Rp. 9.968.874.516,00, atau sudah melebihi target, yakni sudah mencapai 124,61 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 8.000.000.000,00.

Kepala UPT PBB-P2 dan BPHTB BPKD Kota Sukabumi menandaskan, pihaknya merasa optimis. bahwa target PBB-P2 sebesar Rp. 8.200.000.000,00, pada akhir tahun 2018 dapat dicapai, bahwa bisa melebihi target seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Karena hingga triwulan kedua, tepatnya sampai dengan akhir bulan Juni 2018 sudah mencapai Rp. 3.525.997.187,00. Selain itu, pihaknya juga berhasil memungut denda keterlambatan pembayaran PBB-P2 sebesar Rp. 214.000.000,00. Dengan demikian, pihaknya dapat memberikan kontribusi secara positif terhadap peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Sukabumi.

Dikatakannya, keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan semua pihak, khususnya Tim Pengumpul PBB-P2 Kota Sukabumi, yang senantiasa berupaya optimal melakukan sosialisasi dan verifikasi pendataan kepada masyarakat terutama kepada para wajib pajak di Kota Sukabumi. Disamping itu, juga atas kesadaran para wajib pajak dalam membayar PBB-P2 termasuk denda keterlambatan pembayaran PBB-P2.

Sedangkan upaya lainnya dalam melakukan pengumpulan PBB-P2 di Kota Sukabumi, yakni pihaknya senantiasa berupaya optimal menghimbau kepada para wajib pajak di Kota Sukabumi, agar senantiasa tepat waktu dalam melakukan pembayaran PBB-P2. Demikian pula dalam melakukan pembayaran BPHTB, agar mencamtunkan harga transaksi yang sebenarnya, jangan menggunakan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) PBB yang dijadikan dasar dalam pembayaran BPHTB, tapi harus berdasarkan harga transaksi yang sebenarnya.

Sementara upaya untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan serta untuk memudahkan para wajib pajak dalam melakukan pembayaran PBB-P2 di Kota Sukabumi, pihaknya sudah mengusulkan perjanjian kerja sama dengan Bank BJB Cabang Sukabumi, supaya bekerja sama dengan mini market di Kota Sukabumi, termasuk dengan Kantor Pos dan bank lainnya, untuk membuka loket pembayaran PBB-P2. Karena mini market hampir sudah ada di berbagai pelosok Kota Sukabumi.

Dengan demikian, para wajib pajak bisa menghemat biaya transportasi pada saat melakukan pembayaran PBB-P2, dari pada harus membayar langsung ke UPT PBB-P2 dan BPHTB BPKD Kota Sukabumi atau ke loket bank tersebut, sebab biaya transportasinya bisa lebih besar, bahkan bisa lebih besar dari nilai PBB-P2 yang dibayar oleh para wajib pajak.

Leave a Reply