LAHAN PERTANIAN DI KOTA SUKABUMI HINGGA SAAT INI MASIH AMAN DARI DAMPAK KEKERINGAN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Seperti diungkapkan Sekretaris DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi, drh. Ate Rahmat, M.Si., lahan pertanian di Kota Sukabumi, hingga saat ini masih aman dari dampak kekeringan. Sebab hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan ada lahan pertanian di Kota Sukabumi yang mengalami kekeringan.

Namun demikian, pihak DKP3 Kota Sukabumi berupaya optimal meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, untuk mengantisipasi dan mengatasi kemungkinan terjadinya kekeringan khususnya terhadap lahan pertanian di Kota Sukabumi. Diantaranya menyediakan pompa air yang bisa dimanfaatkan oleh para petani di Kota Sukabumi, untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertaniannya.

Diungkapkan pula, pada tahun 2017 yang lalu, jumlah lahan pertanian di Kota Sukabumi yang dilaporkan terancam kekeringan, tersebar di 5 wilayah kecamatan. Antara lain Kecamatan Baros, Cibeureum, Lembursitu, Gunungpuyuh dan Warudoyong. Sekretaris DKP3 Kota Sukabumi meminta kepada para petani di Kota Sukabumi yang lahan pertaniannya terancam kekeringan, agar segera dilaporkan kepada DKP3 Kota Sukabumi, untuk segera ditindaklanjuti dan ditangani secara optimal, bersama-sama dengan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan instansi terkait.

Sementara Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E. menjelaskan, berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, wilayah yang rawan terjadi kekeringan dan kesulitan air bersih di Kota Sukabumi, yakni di wilayah Kecamatan Baros, Cibeureum dan Lembursitu. Namun hingga saat ini, belum ada laporan terjadinya kekeringan dan kesulitan air bersih di Kota Sukabumi.

Tapi kendati demikian, BPBD Kota Sukabumi tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, untuk mengantisipasi dan menangani dampak kekeringan di Kota Sukabumi, diantaranya dengan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi hidrometeorologi, yakni tentang perkembangan cuaca, iklim dan perubahan iklim, yang berlangsung untuk zona Sukabumi. Dengan demikian, perkembangan wilayah di Kota Sukabumi yang mengalami kekeringan dapat terpantau dengan baik dan optimal.

Dikatakannya, setiap wilayah di Kota Sukabumi yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, senantiasa mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Sukabumi, dengan membantu dan memberi pasokan air bersih, berkoordinasi dengan seluruh SKPD dan instansi terkait, khususnya dengan PDAM TBW (Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa) Kota Sukabumi.

Leave a Reply