KASUS KEBAKARAN DI KOTA SUKABUMI PADA TAHUN 2018 INI TERBILANG CUKUP TINGGI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala Unsur Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Drs. Asep Suhendrawan didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E. mengungkapkan, kasus kebakaran di Kota Sukabumi pada tahun 2018 ini, tepatnya dari bulan Januari 2018 sampai dengan bulan Juli 2018 terbilang cukup tinggi, yakni mencapai 18 kasus. Sedangkan pada 2017 mencapai 24 kasus dan pada tahun 2016 mencapai 20 kasus, rata-rata melanda permukiman warga masyarakat. Dikatakannya, dari data tersebut menunjukkan, bahwa kasus kebakaran di Kota Sukabumi, pada tahun 2018 ini terbilang cukup tinggi.

Untuk itu, BPBD Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, untuk mengatasi dan menanggulangi kasus kebakaran di Kota Sukabumi, terutama pada musim kemarau saat ini. Karena potensi kebakaran pada musim kemarau sangat tinggi, sebab banyak daun dan batang pohon serta rumput yang kering, sehingga sangat mudah terbakar. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa waspada dan berhati-hati pada musim kemarau saat ini. Karena pada setiap terjadi musim kemarau, di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kota Sukabumi, sering terjadi kekeringan dan kekurangan air bersih serta sangat rawan terjadi kebakaran.

Selain itu, Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar dari berbagai sumber api, seperti kompor, tungku dan sebagainya.  Yang tidak kalah penting, segenap lapisan warga masyarakat agar tidak membakar sampah atau barang-barang lainnya yang mudah terbakar sembarangan, sebab dikhawatirkan dapat menimbulkan kebakaran.

Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi juga mengungkapkan, sebagian besar kasus kebakaran di Kota Sukabumi, yakni diakibatkan oleh korsleting listrik. Untuk itu, segenap lapaisan warga masyarakat agar senantiasa berupaya optimal dan secara rutin memeriksa kondisi jaringan atau instalasi listrik, di rumahnya masing-masing. Diharapkannya, apabila jaringan atau instalasi listriknya seperti kabel dan yang lainnya sudah mulai rusak atau berkarat, agar segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Karena hal tersebut sangat berbahaya, yakni selain dapat menimbulkan terjadinya korsleting listrik juga dapat menimbulkan terjadinya kebakaran.

Leave a Reply