MASYARAKAT YANG KESULITAN MENDAPAT AIR BERSIH AGAR MELAPOR KEPADA APARAT WILAYAH KELURAHAN MASING-MASING

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E., M.M., meminta kepada segenap warga masyarakat Kota Sukabumi yang kesulitan mendapat air bersih, agar segera melapor kepada aparat wilayah kelurahan masing-masing, untuk dilaporkan kembali ke BPBD Kota Sukabumi, guna ditangani secara bersama-sama dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan instansi terkait, khususnya dengan PDAM TBW (Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa) Kota Sukabumi.

Sebab setiap warga masyarakat yang kesulitan mendapat air bersih akibat musim kemarau senantiasa dipasok air bersih, sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Dikatakannya, pasokan air bersih ini merupakan tugas dan tanggung jawab sekaligus sebagai salah satu wujud nyata perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi, melalui PDAM TBW Kota Sukabumi dan BPBD Kota Sukabumi.

Dikatakan pula, berdasarkan prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), puncak musim kemarau diperdiksi terjadi pada bulan Agustus dan September 2018, serta setelah bulan September 2018 diperkirakan sudah turun hujan. Selain itu juga dikatakan, di Kota Sukabumi ada 3 wilayah kecamatan yang rawan terjadi kekeringan dan kekurangan air bersih, yakni Kecamatan Baros, Kecamatan Cibeureum dan Kecamatan Lembursitu. Namun yang paling rawan yakni wilayah Kecamatan Lembursitu.

Menyinggung upaya yang dilakukan BPBD Kota Sukabumi untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan dan kesulitan air bersih, menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, selain senantiasa berupaya optimal meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan selama 24 jam, juga senantiasa melakukan pemantauan ke sejumlah wilayah Kota Sukabumi khususnya yang rawan terjadi kekeringan dan kekurangan air bersih.

Selain itu, pihaknya juga senantiasa mengimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal melakukan penghematan air, yakni dalam setiap menggunakan air harus disesuaikan dengan kebutuhan. Disamping itu, pihaknya juga senantiasa mengimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berhati-hati dan berupaya optimal menjauhkan bebagai jenis barang yang mudah terbakar dari berbagai sumber api, seperti kompor, tungku dan sebagainya. Maksud dan tujuannya, untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran.

Leave a Reply