LP2B DI KOTA SUKABUMI AMAN DARI DAMPAK PERKEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi, Ir. Hj. Kardina Karsoedi, M.T. menandaskan, LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) di Kota Sukabumi, aman dari dampak perkembangan dan pembangunan yang dalam setiap tahunnya terus meningkat sangat pesat, serta dari alih fungsi lahan di Kota Sukabumi yang dalam setiap tahunnya terbilang cukup tinggi.

Dijelaskannya, luas LP2B di Kota Sukabumi seluruhnya mencapai 321 hektar, dari luas lahan pertanian keseluruhan di Kota Sukabumi 1.484 hektar. Dijelaskan pula, alih fungsi lahan di Kota Sukabumi menjadi pemukiman, perumahan, perkantoran, sekolah, perguruan tinggi, perusahaaan dan sebagainya, dalam setiap tahunnya rata-rata mencapai 50 hektar.

Lebih lanjut dijelaskan, terjadinya alih fungsi lahan di Kota Sukabumi, diakibatkan oleh berabagai hal, diantaranya oleh kondisi sosial-ekonomi rumah tangga pertanian pengguna lahan, regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah yang berkaitan dengan perubahan fungsi lahan pertanian serta dinamika pertumbuhan perkotaan, demografi, ekonomi dan sebagainya.

Selain itu juga dijelaskan, alih fungsi lahan ditengah perkembangan perkotaan ini tidak bisa dipungkiri dan dihindari. Namun demikian, Kepala DKP3 Kota Sukabumi mengatakan merasa optimis, dengan partisipasi seluruh stakeholders di Kota Sukabumi, hal tersebut dapat diantisipasi dan dikurangi.

Sedangkan faktor yang menjadi penyebab terjadinya alih fungsi lahan lainnya di Kota Sukabumi, diantaranya diakibatkan oleh faktor eksternal dan internal petani, yakni tekanan ekonomi pada saat terjadi krisis ekonomi, sehingga banyak petani yang menjual aset miliknya berupa sawah, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal tersebut sangat berdampak pada peningkatan alih fungsi lahan, sekaligus meningkatkan penguasaan lahan oleh para pemilik modal.

Dikatakannya, alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian di Kota Sukabumi, dikarenakan pesatnya perkembangan dan pembangunan, sekaligus sebagai salah satu penyebab utama terjadinya penurunan produksi padi di Kota Sukabumi. Namun untuk LP2B di Kota Sukabumi yang luasnya mencapai 321 hektar, sangat aman dari dampak perkembangan dan pembangunan, karena lokasinya jauh dari jalan raya. Dengan demikian, alih fungsi lahan pada LP2B tidak terjadi.

Namun demikian, pihak DKP3 Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal meningkatkan kesadaran dan kepedulian warga masyarakat khususnya para pemilik LP2B di Kota Sukabumi, untuk senantiasa berupaya optimal mempertahankannya, supaya lahannya tidak dialih fungsikan. Dikataakan pula, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai cara, diantaranya melalui pembinaan kepada para kelompok tani, dan menginventarisasi lahan-lahan tidur di Kota Sukabumi beserta para pemiliknya. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan partisipasi warga masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan dan menjaga alih fungsi lahan.

Leave a Reply