PADA BEBERAPA WAKTU KE DEPAN DI KOTA SUKABUMI AKAN ADA PASAR DIGITAL

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa Kemenpar (Kementerian Pariwisata) RI, Wawan Gunawan menjelaskan. pada beberapa waktu ke depan, di Kota Sukabumi akan ada Pasar Digital. Pasar yang proses promosinya secara digital ini, menurut rencana akan dipusatkan di Obyek Wisata Pemandian Air Panas Cikundul, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Penjelaskan Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa Kemenpar RI tersebut, disampaikan pada Even Ngubek yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi melalui Disporapar (Dinas Kepemudaan/ Olahraga dan Pariwisata) Kota Sukabumi, dengan tajuk Cimandiri Creatuive Art, tepatnya tanggal 19 Agustus 2018, di kawasan Obyek Wisata Pemandian Air Panas Cikundul.

Dijelaskan pula, pasar tersebut akan mengangkat konten-konten lokal yang ada di daerah masing-masing, dan di pasar digital ini semua promosi serta sistem transaksinya pun melalui digital. Demikian pula produk yang dijualnya, yakni bebagai produk khas dan unik yang tidak ada di daerah lain, seperti di Kota Sukabumi ada kuliner khas, sehingga bisa menarik berbagai lapisan warga masyarakat untuk membelinya atau datang langsung ke lokasi pasar digital.

Lebih jauh dijelaskan, saat ini sudah ada 100 titik pasar digital, yang tersebar di beberapa daerah di Jawa. Bahkan beberapa waktu lalu sudah ada Pasar Digital Jaringao, di Kota Bandung. Selain itu juga dijelaskan, pasar digital tidak hanya produk kuliner saja, tapi berbagai hal yang berkaitan dengan aktivitas warga masyarakat, seperti cara merawat domba, menanam padi, sayuran dan sebagainya. Sebab tidak semua warga masyarakat mengetahui akan hal tersebut. Yang jelas, pasar digital ini lebih mengangkat konten lokal, terutama menyentuh cara biasa menjadi tidak biasa dan berdampak luar biasa. Apalagi pasar digital ini melibatkan seluruh komponen warga masyarakat. termasuk menumbuhkembangkan potensi daerah, untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga masyarakat, melalui pariwisata dan pasar digital.

Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa Kemenpar RI mengatakan, pola pikir lembaga pemerintahan di daerah masih belum sama, sehingga anggaran promosi di daerah sangat kecil. Selain itu, sebagian lembaga pemerintahan di daerah, promosi dianggap pemborosan dan hal yang mubazir, yang penting kegiatan dapat dilaksanakan. Dikatakan pula, hal tersebut merupakan sesuatu yang salah di era saat ini. Sebab promosi harus dilaksanakan secara gencar dan besar-besaran, supaya event yang dilaksanakan bisa menjadi besar, serta promosi merupakan investasi masa depan.

Disamping itu, melalui promosi warga masyarakat akan merasa penasaran dengan suatu acara atau kegiatan. Oleh karenanya, Bidang Pemasaran I Area Jawa Kemenpar RI, akan senantiasa berupaya optimal mendorong Dinas Pariwisata di daerah, untuk memiliki misi yang jelas dalam meningkatkan pariwisata di daerahnya masing-masing. Sebab dengan hal tersebut, anggaran untuk biaya promosinya bisa ditambah dan diperbesar. Yang tidak kalah penting, juga harus mendapat dukungan dari semua pihak, yakni dari pemerintah, akademisi, pebisnis, komunitas dan media. Karena media sangat penting, sebagai penyebar informasi kepada warga masyarakat.

Leave a Reply