JUMLAH PETANI PENGGARAP SAWAH DI KOTA SUKABUMI DALAM SETIAP TAHUNNYA TERUS BERKURANG

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Jumlah petani penggarap sawah di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya terus berkurang. Seperti diungkapkan Kepala DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi, Ir. Hj. Kardina Karsoedi, M.T., petani penggarap sawah di Kota Sukabumi, saat ini berjumlah 4 ribu orang. Padahal dua tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2016, jumlah petani penggarap sawah di Kota Sukabumi ini mencapai 5 ribu orang.

Adapun faktror yang menjadi penyebab terus berkurangnya jumlah petani di Kota Sukabumi ini, menurut Kepala DKP3 Kota Sukabumi cukup banyak dan bermacam-macam, diantaranya oleh faktor usia yang sudah terlalu tua, alih profesi ke bidang lain dan sebagainya. Tapi faktor yang paling banyak menjadi penyebab terus berkurangnya jumlah petani di Kota Sukabumi ini, yakni oleh faktor usia yang sudah terlalu tua, sehingga tidak bisa melanjutkan aktivitas bertani lagi. Sedangkan regenerasi petani di Kota Sukabumi, tidak berjalan dengan baik. Karena para pemuda di Kota Sukabumi, lebih cenderung memilih dunia usaha dan industri dari pada bertani, atau bergerak dalam usaha dan mengelola hasil pertanian.

Sementara para pemuda di Kota Sukabumi yang terjun langsung menerapkan metode pertanian modern jumlahnya sangat sedikit, sehingga jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah pengurangan petani di Kota Sukabumi. Namun para para pemuda tersebut, banyak yang berhasil menerapkan dan mengembangkan metode pertanian modern, seperti hidroponik dan yang lainnya.

Untuk itu, pihak DKP3 Kota Sukabumi terus berupaya optimal meningkatkan dan mengembangkan berbagai inovasi dalam bidang pertanian, baik pertanian konvensional maupun pertanian modern. Maksud dan tujuannya, supaya banyak pemuda yang tertarik dan berminat menjadi petani. Selain itu, pihak DKP3 Kota Sukabumi juga senantiasa berupaya optimal meningkatkan sosialisasi, penyuluhan dan pendampingan kepada para pemuda, terutama yang tergabung dalam komunitas pertanian. Sebab apabila seluruh pemuda memilih dunia usaha dan industri, siapa yang akan melanjutkan bertani dan mengembangkan pertanian, khususnya di Kota Suklabumi. Sedangkan segenap lapisan warga masyarakat termasuk para pemuda, setiap hari mengonsumsi hasil pertanian.

Menyinggung luas lahan pertanian basah di Kota Suakbumi, menurut Kepala DKP3 Kota Sukabumi, saat ini hanya tinggal tersisa seluas 1.484 hektar lagi. Sedangkan LPPB (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) yang dipertahankan dan dilindungi di Kota Sukabumi, hanya seluas 321 hektar. Disamping itu juga dikatakan, terus berkurangnya lahan pertanian di Kota Sukabumi ini, diantaranya diakibatkan oleh perkembangan penduduk, dunia usaha dan industri di Kota Sukabumi. Karena dengan hal tersebut, sangat berpengaruh terhadap alih fungsi lahan pertanian dan alih profesi petani di Kota Sukabumi.

Leave a Reply