RAKOR TENTANG RENCANA TATA RUANG KOTA SUKABUMI TAHUN 2018

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Rakor (Rapat Koordinasi) tentang Rencana Tata Ruang Kota Sukabumi Tahun 2018, yang mengambil tema, Strategi Implementasi Penataan Ruang Kota yang Berkualitas dan Berkelanjutan Menyongsong Paradigma Perubahan Kota Sukabumi dalam Konstelasi Regional dan Nasional, dibuka secara resmi oleh PLT (Pelaksana Tugas) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, Drs. H. Kostaman, M.M., mewakili Penjabat Wali Kota Sukabumi, Drs. H. Dady Iskandar, M.M., tepatnya hari Kamis, 6 September 2018, di Hotel Horison Kota Sukabumi.

Sedangkan yang bertindak sebagai nara sumber dalam Rakor tersebut, diantaranya Wali Kota Sukabumi Terpilih Periode Tahun 2018-2023, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.MPd., memaparkan tentang Penataan Ruang Berkualitas dan Berkelanjutan, serta dari Program Studi Perencanaan Wilayah Kota ITB, Dr. Andi Oetomo, MPL., dan dari Ikatan Akhli Perencanaan Jawa Barat, Weishaguna, S.T., M.M., IAP. Sementara yang hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Sukabumi Terpilih Periode Tahun 2018-2023, H. Andri Setiawan Hamami, S.H., M.H., para Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, PLT Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi menjelaskan, pengaturan dan pemanfaatan ruang merupakan salah satu kewenangan pemerintah pusat dan daerah. Dikatakannya, dalam proses pengaturan dan pemanfaatan ruang ini, dilaksanakan secara bersama-sama, terpadu dan menyeluruh, dalam upaya mencapai tujuan pembangunan yang diselenggarakan, berdasarkan asas keterpaduan, keserasian, keselarasan, kesinambungan dan berkelanjutan. Selain itu juga keberdayagunaan dan keberhasilgunaan, keterbukaan, kebersamaan dan kemitraan, serta perlindungan kepentingan umum, kepastian hukum, keadilan dan akuntabilitas.

Hal tersebut memiliki arti, bahwa penataan ruang menciptakan keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan, serta keterpaduan dalam penggunaan SDA (Sumber Daya Alam) dan buatan, dengan memperhatikan SDM (Sumber Daya Manusia), serta perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemamfaatan ruang. Dengan demikian, pembangunan berkelanjutan, pada intinya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penataan ruang.

Untuk itu, PLT Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi mengharapkan, melalui kegiatan ini dapat menyelaraskan dan mengharmonisasikan setiap unsur dan stakeholder terkait, untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya strategi implementasi penataan ruang yang berkualitas dan berkelanjutan di Kota Sukabumi, dalam konstelasi skala regional dan nasional.

Dalam pada itu, Kepala DPU-PRP-KPP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kota Sukabumi, Dr. Ir. H. Asep Irawan, M.Sc. menjelaskan, Kota Sukabumi saat ini sedang menyongsong beberapa paradigma perubahan. Antara lain, pembangunan beberapa infrastruktur yang akan berpengaruh terhadap tata ruang, seperti pembangunan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) dan Double Track atau Jalur Ganda Kereta Api Bogor-Sukabumi-Bandung, serta pembangunan Bandara di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dijelaskan pula, momen perubahan rencana tata ruang Propinsi, Kabupaten dan Kota terutama Kota Sukabumi serta perubahan pimpinan Kota Sukabumi, akan memberi warna baru dalam kebijakan penataan ruang. Untuk itu, perlu adanya persamaan persepsi diantara seluruh stakeholder, baik dinas teknis maupun aparat wilayah di Kota Sukabumi, termasuk beberapa kelembagaan di luar Kota Sukabumi, tentang implementasi tata ruang Kota Sukabumi.

Leave a Reply