BPBD KOTA SUKABUMI MENINGKATKAN KEWASPADAAN TERHADAP DAMPAK PERALIHAN MUSIM

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak peralihan musim, dari musim kemarau ke musim hujan. Karena pada masa peralihan musim, menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E., sering terjadi bencana hidrometeorologi atau cuaca ekstrim dan angin puting beliung. Untuk itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa berhati-hati dan waspada sekaligus melakukan upaya antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana cuaca ekstrim dan angin puting beliung.

Diungkapkannya, berdasarkan perkiraan musim dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), musim kemarau di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, akan berakhir pada bulan September 2018 ini. Tapi perkiraan peralihan musim tersebut, bisa saja mengalami perubahan. Namun demikian, dalam kondisi apapun, semua pihak baik aparat maupun warga masyarakat harus tetap waspada dan siap siaga, untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Selain itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, apabila terjadi bencana di wilayahnya masing-masing, agar segera dilaporkan kepada aparat wilayah kelurahan dan kecamatan masing-masing atau langsung ke BPBD Kota Sukabumi, untuk secepatnya ditindaklanjuti dan ditanggulangi secara optimal, bersama-sama dengan aparat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) serta instansi dan lembaga terkait lainnya.

Menyinggung dampak musim kemarau khususnya kekeringan dan kesullitan air bersih di Kota Sukabumi, seperti diungkapkan Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi tidak begitu signifikan, karena sumber-sumber air warga masyarakat di Kota Sukabumi tidak terlalu terdampak, hanya debit airnya saja yang berkurang. Demikian pula lahan pertanian di Kota Sukabumi, hanya ada beberapa lahan pertanian yang mengalami kekeringan, yakni di daerah yang sudah biasa mengalami kekeringan pada setiap terjadi musim kemarau.

Selanjutnya Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya yang berdomisili di bantaran sungai atau daerah aliran sungai serta di lereng-lereng bukit, apabila sudah memasuki musim hujan agar senantiasa waspada dan siaga, sekaligus melakukan upaya antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di wilayahnya masing-masing. Karena pada setiap musim hujan, hampir di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kota Sukabumi, sering terjadi bencana banjir dan tanah longsor, sebab wilayah Kota Sukabumi termasuk daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor, terutama wilayah Kecamatan Cikole.

Leave a Reply