GELOMBANG PERADABAN MANUSIA TERBAGI DALAM 3 GELOMBANG

Reporter :  ARIF HIDAYAT

Redaktur : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd. menandaskan, gelombang peradaban manusia terbagi dalam 3 gelombang, yang terdiri dari gelombang pertanian, gelombang industri dan gelombang informasi. Namun dalam percepatan-percepatan selanjutnya, gelombang industri dan informasi tidak bisa menjawab arus perekonomian dan melesatnya pertumbuhan sebuah daerah.

Untuk itu, dibutuhkan industri dan informasi serta SDM (Sumber Daya Manusia) yang memiliki nilai kreativitas yang luar biasa, serta dibutuhkan adanya dorongan dalam waktu yang bersamaan, dan seluruh  pemerintah daerah harus mempunyai kesadaran, khususnya dalam meningkatkan dan mengembangkan industri dan informasi serta SDM yang berkualitas.

Penandasan Wali Kota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi Seminar Relasi Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif, yang diselenggarakan oleh Disporapar (Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata) Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 29 September 2018, di Meeting Room  Toserba Selamat Kota Sukabumi.

Selanjutnya Wali Kota Sukabumi mengharapkan kepada seluruh Komunitas Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif se Kota Sukabumi, untuk besama-sama membangun Kota Sukabumi ke arah yang lebih baik lagi, melalui berbagai ide dan kreativitas seni budaya dan ekonomi kreatif. Hal ini sesuai dengan harapan Presiden RI, bahwa indrustri kreatif dan ekonomi kreatif, ke depanya harus menjadi back body dalam pertumbuhan ekonomi di Idonesia.

Sementara Kepala Disporapar Kota Sukabumi, H. Adang Taufik, S.H., M.Si. menjelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakannya seminar ini, diantaranya untuk mendengarkan aspirasi para pelaku dan komunitas seni budaya dan ekonomi kreatif, khususnya dalam mengekpresikan gairah dalam mempercantik Kota Sukabumi, serta bisa menjadi sumber pendapatan yang layak.

Selain itu, Kepala Disporapar Kota Sukabumi mengharapkan kepada seluruh Komunitas Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif se Kota Sukabumi, agar membiasakan setiap aspirasi seni budaya dan ekonomi kreatif yang muncul, dapat terkominikasikan dengan baik dalam suatu wadah, sehingga pada giliranya dapat terakomodir.

Adapun yang bertindak sebagai nara sumber dalam seminar ini, antara lain Arsitek Presidium Sukabumi Heritages, Isef Hendi Faisal, Industri Farmasi BUMN Bio Farma, H. Iskandar, dan Nasrullah Abdul Malik. Sedangkan peserta yang mengkiuti seminar ini, seluruhnya berjumlah 100 orang, yang terdiri dari berbagai Komunitas Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif se Kota Sukabumi.

Leave a Reply