WAKIL WALI KOTA SUKABUMI MEMBUKA BIMTEK KETERAMPILAN BAGI PARA MANTAN PENYAKIT SOSIAL NAPZA TAHUN 2018

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri S. Hamami, S.H., M.H., secara resmi membuka Bimtek (Bimbingan Teknis) dan Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Keterampilan bagi para Mantan Penyakit Sosial Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) Tahun 2018, yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 8 Oktober 2018, di Ruangan Pertemuan Dinas Sosial Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sukabumi mengatakan merasa bersyukur dan gembira, karena kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, untuk mempercepat pencapaian target kinerja di bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, menuju Kota Sukabumi yang Religius, Nyaman dan Sejahtera. Untuk itu, Wakil Wali Kota Sukabumi mengharapkan kepada seluruh peserta, agar mengikuti Bimtek dan Diklat Keterampilan ini dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya, serta dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan  dan vokasional.

Dijelaskannya, Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal melakukan penanggulangan Napza, yang dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan, melibatkan berbagai pihak, baik aparat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) serta instansi dan lembaga terkait, maupun berbagai potensi dalam masyarakat, melalui jalur keluarga, pendidikan, lembaga keagamaan, lembaga sosial dan swadaya masyarakat, hingga kelompok aktivitas pemuda dan remaja, organisasi kewilayahan dari mulai kecamatan dan kelurahan hingga RW dan RT, serta berbagai media massa, baik media cetak maupun media elektronik dan online, termasuk jalur kebudayaan.

Selain itu juga dijelaskan, upaya penanggulangan Napza melalui berbagai jalur tersebut sangat penting, terutama dalam mencegah setiap orang untuk menjadi pengguna Napza. Karena apabila dikaji secara mendalam, bahwa timbulnya masalah dan Penyakit Sosial Napza ini, tidak terlepas dari pilihan orang yang keliru, khususnya dalam mengisi dan menjalani kehidupannya. Padahal perilaku tersebut, dapat menjadikan setiap orang tidak produktif dan memperpendek usia secara dini, serta dapat merusak moral dan perkembangan fisik, dari kenyataan alam yang dirahmatkan oleh Yang Maha Kuasa.

Dijelaskan pula, upaya pencegahan terhadap masalah dan Penyakit Sosial Napza ini, dapat dilakukan melalui peningkatan keimanan dan ketaqwaan serta nilai-nilai relijius keagamaan, atau melalui proses pembudayaan perilaku yang baik serta bersih dan sehat. Dengan demikian, setiap orang dapat menentukan pilihan untuk menjalani perjalanan hidupnya dengan perilaku yang baik dan produkif, serta bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat dan lingkungannya. Sedangkan bagi masyarakat yang sudah terlanjur menjadi korban Penyakit Sosial Napza ini, sangat penting dilakukan upaya pengobatan, penyembuhan dan rehabilitasi. Namun upaya tersebut tidak bisa dilakukan oleh instutusi yang memiliki kemampuan di bidangnya saja, sebab diperlukan adanya perhatian dari keluarga dan lingkungan masyarakat, untuk memberikan dorongan semangat dan harapan, dengan lebih menekankan pada pendalaman ajaran agama.

Leave a Reply