KPA KOTA SUKABUMI AKAN MELAKUKAN PENDATAAN ULANG POPULASI KUNCI HIV-AIDS DI KOTA SUKABUMI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, akan melakukan pendataan ulang populasi kunci HIV-AIDS di Kota Sukabumi. Seperti dijelaskan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, selaku Ketua KPA (Komisi Penaggulangan AIDS) Kota Sukabumi, pada dua tahun yang lalu pendataan dilakukan di Tingkat Kota, namun untuk tahun 2018 ini, pendataan akan dilakukan hingga Tingkat Kecamatan. Maksud dan tujuannya, untuk mengetahui lokasi dan memantau kesehatan populasi kunci HIV-AIDS di Kota Sukabumi.

Dikatakannya, populasi kunci HIV-AIDS merupakan populasi yang terkonsentrasi pada kelompok-kelompok Resti (Resiko Tinggi) terserang virus HIV-AIDS, pada beberapa kategori dan kalangan, yang terdiri dari Pekerja Seks, Penasun (Pengguna Napza Jarum Suntik), LSL (Laki-laki Suka Laki-laki) dan Waria (Wanita Pria). Dikatakan pula, berdasarkan hasil pemetaan tahun 2014 yang lalu, jumlah populasi kunci Penasun di Kota Sukabumi sebanyak 124 orang. Sedangkan pada tahun 2015, kelompok LSL atau Gay berhasil dipetakan ada 1.320 orang. Sementara pada tahun lalu, kelompok LSL ini dipetakan kembali, dan hasilnya mencapai 1.018 orang, serta Penasun sebanyak 94 orang, WPS (Wanita Pekerja Seks) 345 orang dan Waria sebanyak 68 orang.

Disamping itu juga dikatakan, data sementara populasi kunci yang terkena HIV-AIDS mengalami penurunan. Namun untuk populasi umum atau masyarakat umum cenderung mengalami peningkatan, salah satunya yakni LBT (Laki-laki Beresiko Tinggi) dan LSL, serta mengakibatkan jumlah IRT (Ibu Rumah Tangga) yang terkena HIV-AIDS mengalami peningkatan. Berkaitan dengan hal tersebut, KPA Kota Sukabumi dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi terus berupaya menjaring seluruh kelompok yang memiliki Resti terhadap HIV-AIDS, termasuk kepada kelompok umum atau IRT. Adapun posisi terakhir kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi, tepatnya hingga bulan Agustus 2018, tercatat ada 1.344 orang penderita HIV.

Dijelaskannya, pada tahun 2017, KPA Kota Sukabumi dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mendorong masyarakat umum termasuk populasi kunci HIV-AIDS di Kota Sukabumi, untuk melakukan visiting pemeriksaan HIV-AIDS di Puskesmas, dan hasilnya ada 143 orang yang positif terkena HIV-AIDS. Dijelaskan pula, bagi masyarakat yang akan melakukan tes HIV di Puskesmas, tidak dipungut biaya alias gratis, karena sudah dibiayai dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Sukabumi dan bantuan dari Kementerian Kesehatan RI.

Sementara Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Lulis Deliawati, menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar berpartisipasi pada kegiatan pemetaan ini, serta kepada para pengelola tempat hiburan untuk mendukung STBP (Survey Terpadu Biologis dan Pelaku)/ yang akan dilaksanakan sampai dengan bulan Desember 2018 mendatang.

Dijelaskannya, STBP ini akan diprioritaskan kepada para PSK (Pekerja Seks Komersial), Homoseks, HRM (Human Resources Management), Waria dan Penasun, sebagai populasi kunci HIV-AIDS. Dijelaskan pula, pemetaan ini akan dilakukan di 75 lokasi yang tersebar di 7 kecamatan se Kota Sukabumi. Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya pemetaan tersebut, yakni untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dalam membuat rencana intervensi program HIV-AIDS pada populasi kunci.Selain itu, juga untuk mengetahui jumlah dan penyebaran populasi kunci secara geografis, serta untuk mengindentifikasi situasi sosial di lingkungan populasi kunci, yang meliputi perilaku dalam melakukan pencegahan penularan HIV. Sedangkan untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam melakukan proses pemetaan di lapangan, para petugas yang melakukan pemetaan dilengkapi surat tugas dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Leave a Reply