SELURUH ORANG TUA AGAR MENGAWASI PERGERAKAN ANAK LAKI-LAKINYA SUPAYA TERHINDAR DARI SEKS LSL

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, sekaligus sebagai Ketua KPA (Komisi Penaggulangan AIDS) Kota Sukabumi, meminta kepada seluruh orang tua agar mengawasi dan mewaspadai pergerakan anak laki-lakinya, supaya terhindar dari seks LSL (Laki-laki Suka Laki-laki) atau Gay. Dijelaskannya, LSL berbeda dengan lesbian, biseksual dan transgender. Sebab LSL terjadi karena suasana atau situasi, sehingga terjadi seks antara laki-laki dengan laki-laki.

Untuk itu, KPA Kota Sukabumi saat ini sedang fokus melakukan pencegahan dan penanggulangan LSL, karena sudah menjadi ancaman bagi generasi muda, khususnya di Kota Sukabumi. Dijelaskan pula, untuk mengetahui LSL sangat sulit, sebab LSL memiliki kelompok atau komunitas sendiri, untuk menyalurkan hasrat seksnya, bahkan mencari pasangan di luar komunitas. Hal tersebut sangat perlu diketahui oleh semua pihak, terutama para orang tua yang memiliki anak laki-laki. Sedangkan salah satu faktor yang menjadi pemicunya, yakni internet mengakses situs porno. Berkaitan dengan hal tersebut, KPA Kota Sukabumi terus berupaya optimal menjangkau penyebaran LSL, yang saat ini penyebarannya hampir di seluruh kalangan di Kota Sukabumi.

Lebih jauh Wali Kota Sukabumi menjelaskan, berdasarkan data yang ada di KPA Kota Sukabumi hasil pemetaan tahun lalu, jumlah LSL yang sudah dipetakan mencapai 1.015 orang. Namun dar jumlah LSL tersebut, bukan hanya warga Kota Sukabumi saja, tapi juga warga Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Selain itu juga dijelaskan, saat ini pihak KPA Kota Sukabumi sedang mengolah data pemetaan LSL yang baru, untuk dijadikan dan digunakan mengadvokasi program penanggulangan HIV-AIDS selanjutnya di Kota Sukabumi. Selanjutnya dijelaskan, kelompok LSL saat ini merupakan kelompok ke 2 penyumbang kasus baru HIV di Kota Sukabumi setelah kelompok Resti (Resiko Tinggi). Diungkapkannya, pada tahun 2018 ini, di Kota Sukabumi ditemukan sebanyak 94 kasus HIV baru, diantaranya sebanyak 22 kasus dari kalangan LSL. Adapun upaya untuk mengatasinya, seluruh lintas sektor harus terlibat, termasuk peran masyarakat khususnya para orang tua, agar santiasa mengawasi dan mewaspadai pergerakan anak-anaknya.

Sementara Petugas Lapangan Lensa Kota Sukabumi, Salma membenarkan, jumlah LSL di Kota Sukabumi terus bertambah, serta titik hotspotnya bergeser dari tempat terbuka ke tempat kosan. Untuk itu, Lensa Kota Sukabumi terus melakukan penjangkauan dan pendampingan terhadap kelompok LSL, supaya tidak terus menerus menularkan HIV-AIDS. Adapun upaya untuk menekan angka kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi, dilakukan oleh KPA Kota Sukabumi dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi serta instansi dan lembaga terkait lainnya.

Leave a Reply