SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SEKTOR PEMERINTAH DAN SWASTA

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri S. Hamami, S.H., M.H. menandaskan, Sosialisasi Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup sektor Pemerintah dan Swasta sangat penting dilakukan, dalam rangka upaya menyebarkan informasi tentang penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Izin Lingkungan, Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) serta UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), melalui OSS (Online Single Submission), baik untuk kepentingan pemerintah maupun untuk kepentingan swasta dan masyarakat.

Penandasan Wakil Wali Kota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi Sosialisasi Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup sektor Pemerintah dan Swasta Tahun 2018, yang dilaksanakan oleh DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Sukabumi,  tepatnya tanggal 15 Oktober 2018, di Hotel Horison Kota Sukabumi, serta diikuti oleh 100 orang lebih peserta, yang terdiri dari unsur SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),  RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) dan Rumah Sakit Swasta yang ada di wilayah Kota Sukabumi.

Diharapkannya, melalui pelaksanaan Sosialisasi Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup sektor Pemerintah dan Swasta ini, dapat meningkatkan pemahaman aparat pemerintah serta sektor swasta dan masyarakat, terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Izin Lingkungan, Amdal serta dan UPL melalui OSS, baik untuk kepentingan pemerintah maupun untuk kepentingan swasta dan masyarakat. Sebab segenap aparat pemerintah serta sektor swasta dan masyarakat, wajib melestarikan dan mengembangkan lingkungan hidup, supaya dapat tetap menjadi sumber dan penunjang hidup, serta kelangsungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan mahluk hidup lainnya.

Dijelaskannya. permasalahan lingkungan hidup di Kota Sukabumi, dalam setiap harinya semakin kompleks, karena dipicu oleh LPP (Laju Pertumbuhan Penduduk) dan pembangunan fisik permukiman penduduk, serta perkantoran dan perusahaan. Disamping itu, juga ketersediaan lahan di Kota Sukabumi yang semakin sempit, termasuk permasalahan kebersihan, pencemaran dan kerusakan lingkungan. Sedangkan salah satu faktor yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan yang perlu diantisipasi oleh semua pihak, yakni perubahan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global. Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya frekuensi hujan dengan intensitas yang sangat tinggi, ketidakpastian musim hujan dan kemarau, serta munculnya berbagai bencana alam, seperti kekeringan, badai, banjir dan tanah longsor.

Leave a Reply