PERINGATAN KE 38 HPS TAHUN 2018 DAPAT MENINGKATKAN PENGETAHUAN DALAM BIDANG PERTANIAN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri S. Hamami, S.H., M.H., menghadiri Peringatan Ke 38 HPS (Hari Pangan Sedunia) Tingkat Nasional Tahun 2018, yang dipusatkan di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya tanggal 18 Oktober 2018. Selain Wakil Wali Kota Sukabumi, juga hadir para Gubernur, Bupati dan Wali Kota lainnya, termasuk beberapa Duta Besar dari negara-negara sahabat serta perwakilan dari Badan Pangan Dunia atau FAO (Food and Agriculture Organization) PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan para tamu undangan lainnya//

Wakil Wali Kota Sukabumi mengatakan, Peringatan Ke 38 HPS Tingkat Nasional Tahun 2018 yang mengambil tema utama Our Actions are Our Future/ A Zero Hunger World by 2030 is Possible ini berlangsung meriah, serta dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam bidang pertanian khususnya komoditas padi, karena diisi berbagai kegiatan. Diantaranya Pencanangan Pilot Percontohan Optimasi Lahan Rawa seluas 750 hektar serta Geltek (Gelar Teknologi) Budi Daya Tanaman Padi dan Tanaman Sayuran di lahan hasil optimalisasi seluas 100 hektar.

Dijelaskannya, optimalisasi lahan dengan pengelolaan tata air di lahan rawa tersebut, diantaranya dengan membangun tanggul-tanggul, jaringan irigasi dan pemasangan pompa air serta pintu-pintu air, sehingga kebutuhan air untuk tanaman padi bisa diatur. Selain itu, tanaman tidak terendam pada waktu musim hujan, dan kebutuhan air pada musim kemarau bisa dipenuhi.

Djelaskan pula, optimalisasi lahan rawa yang didukung oleh benih padi VUB (Varietas Unggul Baru) seperti Inpara (Inbrida Padi Rawa) 2 dan Inpara 8, dapat meningkatkan IP (Indek Penanaman) di lahan rawa, dari 1 menjadi 2 hingga 3 kali penanaman setiap tahun. Disamping dapat meningkatkan IP, juga dapat meningkatkan produktivitas padi. Dengan demikian, para petani lahan rawa yang biasanya menanam padi varietas lokal dengan produktivitas rata-rata 2 ton GKG (Gabah Kering Giling) per hektar, namun dengan menanam VUB Inpara, produksi padinya bisa meningkat menjadi 5 sampai 6 ton GKG per hektar.

Lebih jauh Wakil Wali Kota Sukabumi menjelaskan, selain dapat meningkatkan IP dan produktivitas padi, para petani juga dapat memelihara ikan dan itik di tanggul-tanggul, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. Untuk itu Wakil Wali Kota Sukabumi mengharapkan, optimasi lahan rawa ini bisa diterapkan oleh para petani, untuk meningkatkan IP dan produktivitas padi, khususnya di Kota Sukabumi.

Leave a Reply