HARI SANTRI MERUPAKAN HARI UNTUK MEMPERINGATI PERAN BESAR KAUM KIAI DAN SANTRI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Hari Santri merupakan hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri, dalam perjuangannya melawan penjajah, bertepatan dengan resolusi jihad dari K.H. Hasyim pada tanggal 22 Oktober, serta tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, saat memberi sambutan pada acara Kirab Hari Santri Nasional Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2018. dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2018, tepatnya hari Senin, 22 Oktober 2018, di Lapangan Merdeka Sukabumi.

Pada kesempatan tersebut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi, Ketua DPRD Kota Sukabumi, unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi, PLT (Pelaksana Tugas) Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kota Sukabumi, para Asisten Setda Kota Sukabumi, para Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), Ketua MUI Kota Sukabumi, para Pimpinan Pondok Pesantren dan para tamu undangan lainnya.

Dijelaskannya, sejarah membuktikan, bahwa para santri bersama dengan pejuang lainnya, mempunyai peran yang sangat penting dalam merebut kembali kedaulatan negara Indonesia dari penjajah bangsa asing. Dijelaskan pula, Presiden RI, Joko Widodo, pernah mengatakan peran historis para santri, yang ikut berjuang dan mempunyai peran dalam menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Antara lain, K.H. Hasyim Asy’ari, sebagai salah seorang tokoh yang mendirikan NU (Nahdatul Ulama), K.H. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis (Persatuan Islam), Ahmad Soorhati dari Al Irsyad, dan Abdul Rahman dari Mathlaul Anwar. Selain itu, juga para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air, banyak yang berasal dari kalangan santri. Dengan demikian, perjuangan para santri ini harus diperingati dan menjadi salah satu Hari Besar di Indonesia.

Diharapkannya, melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, dapat memperkuat jiwa religius keislaman, sekaligus jiwa nasionalisme kebangsaan para santri masa kini dan masa depan. Disamping itu, para santri juga harus senantiasa memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, serta dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bangsa. Berkatan dengan hal tersebut, dalam era perdagangan bebas saat ini, para santri sudah saatnya memiliki jiwa entrepreneur. Sebab para santri, selain dituntut untuk pandai membaca kitab kuning, juga dituntut untuk mampu membaca situasi perekonomian, baik dalam skala nasional maupun dalam skala internasional.

Leave a Reply