PERDA KOTA SUKABUMI TENTANG PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK SANGAT DIPERLUKAN

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menjelaskan, Perda (Peraturan Daerah) Kota Sukabumi tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik atau Air Limbah Rumah Tangga sangat diperlukan. Maksud dan tujuannya, supaya Pemerintah Kota Sukabumi memiliki dasar hukum yang jelas dan lebih proaktif mengatur, menyelenggarakan dan mengendalikan kegiatan pengelolaan air limbah domestik, serta pemanfaatan sarana dan prasarana air limbah domestik di Kota Sukabumi dapat terjamin, serta berdaya guna dan berkelanjutan.

Penjelasan Wali Kota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan sekaligus mermbuka secara resmi Workshop Pendampingan Penyusunan Naskah Akademik dan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) Kota Sukabumi tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi bekerjasama dengan Satuan Kerja Pengembangan Sistem PLP (Penyehatan Lingkungan Pemukiman) Provinsi Jawa Barat dan Ditjen (Direktorat Jenderal) Cipta Karya Direktorat Pengembangan PLP Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) RI, di Hotel Santika Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 22 Oktober 2018.

Dijelaskan pula, kegiatan workshop ini sebagai bahan acuan atau referensi dalam penyusunan Raperda Kota Sukabumi tentang Air Limbah Domestik, sehingga dapat membentuk Perda tersebut dengan baik, sesuai dengan harapan semua pihak. Sebab apabila air limbah domestik ini tidak diatur, dikendalikan dan dikelola, dapat meningkatkan pencemaran terhadap lingkungan, terutama di beberapa sungai yang ada di Kota Sukabumi.

Karena pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari Air Limbah Domestik ini, terutama di beberapa sungai yang ada di Kota Sukabumi, kendati masih berada dalam ambang batas normal namun sangat tinggi. Untuk itu, Wali Kota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat dan para pengusaha home industri di Kota Sukabumi, aqar tidak membuang air limbah domestik ke sungai. Sebab dapat meningkatkan pencemaran terhadap lingkungan, khususnya sungai yang ada di Kota Sukabumi, sehingga air di beberapa sungai yang ada di Kota Sukabumi tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat,  karena harus diproses terlebih dahulu.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sukabumi menandatangi Dokumen Naskah Akademik dan Raperda Kota Sukabumi tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, yang selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Pusat, melalui Dirjen (Direktur Jenderal) Cipta Karya Direktorat Pengembangan PLP Kementerian PUPR RI.

Leave a Reply