PEMERINTAH KOTA SUKABUMI AKAN MENDETEKSI AKUN MEDSOS YANG BERISI KONTEN PORNOGRAFI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Pemerintah Kota Sukabumi melalui Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kota Sukabumi, akan senantiasa berupaya optimal mendeteksi dan mengawasi berbagai akun Medsos (Media Sosial) yang berisi konten pornografi di Kota Sukabumi. Hal tersebut dilakukan, seperti ditandaskan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Drs. H. Gabril Sukarman, M.Pd., menyusul terbongkarnya kasus bisnis prostitusi berbasis online melalui akun Medsos twitter@SukabumiAsyik, oleh jajaran Polres Sukabumi Kota. Maksud dan tujuannya, supaya kasus tersebut tidak terulang lagi.

Ditandaskan pula, dengan terbongkarnya kasus tersebut, pihak Diskominfo Kota Sukabumi merasa kaget dan kecolongan. Karena selama ini, pihak Diskominfo Kota Sukabumi hanya fokus mendeteksi dan mengawasi berbagai akun Medsos yang berisi konten berbau sara dan provokasi, yang menimbulkan keresahan masyarakat. Namun dengan terbongkarnya kasus tersebut, pihak Diskominfo Kota Sukabumi akan berupaya optimal meningkatkan pendeteksian dan pengawasan serta penganalisaan terhadap berbagai akun Medsos yang berisi konten pornografi, disamping berbagai akun Medsos yang berisi konten berbau sara dan provokasi.

Selanjutnya dijelaskan, pihak Diskominfo Kota Sukabumi tidak memiliki kewenangan menutup akun-akun Medsos tersebut. Namun apabila benar terbukti, pihak Diskominfo Kota Sukabumi bisa melaporkannya kepada pihak Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika), untuk dijadikan bahan penelaahan dan pengkajian. Hal tersebut sudah sering dilakukan pihak Diskominfo Kota Sukabumi, khususnya terhadap berbagai akun Medsos yang berisi konten meresahkan mayasrakat. Karena yang berhak memblokir atau menutup akun-akun Medsos tersebut, yakni pihak Kemenkominfo.

Lebih jauh Kepala Diskominfo Kota Sukabumi menjelaskan, pihaknya merasa kesulitan mendeteksi akun-akun Medsos tersebut, karena menggunakan kode-kode khusus yang tidak bisa diketahui oleh seluruh netizen, untuk menyamarkan bahasa-bahasa sebenarnya. Disamping itu, para Pria Hidung Belang dan PSK (Pekerja Seks Komersial) atau Mucikari, langsung melanjutkannya melalui saluran pribadi, sehingga sangat sulit untuk dideteksi.

Kepala Diskominfo Kota Sukabumi mengajak kepada segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa berhati-hati dan bijak dalam menggunakan internet dan Medsos. Sebab apabila disalahgunakan bisa berdampak negatif. Selain itu, segenap lapisan masyarakat terutama para orang tua, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan kepada anak-anaknya yang menggunakan internet atau ponsel pintar, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak.

Leave a Reply