WORKSHOP LITERASI BERBASIS KOMUNITAS

Reporter : Ratna Nurseha

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sukabumi menggelar Workshop Literasi berbasis komunitas dengan tema ‘Sinergitas pemerintah daerah dan komunitas literasi mewujudkan masyarakat cerdas menuju Kota Sukabumi Religus, Nyaman dan Sejahtera (Renyah)’ di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Jumat, 14 Desember 2018.

Workshop yang dibuka oleh Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, ini diikuti oleh berbagai komunitas literasi di Kota Sukabumi. Diantaranya, komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pengelola perpustakaan pondok pesantren, pengelola perpustakaan kelurahan, pengelola perpustakaan/pojok baca rumah ibadah dan komunitas pegiat literasi lainnya. Adapun narasumber kegiatan workshop yakni Bunda Literasi Kota Sukabumi, Hj. Fitri Hayati Fahmi, dan Pendiri Masyarakat Literasi Indonesia, Suherman.

Wali kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, dalam sambutannya saat membuka acara ini mengatakan, literasi bukan hanya tugas pemerintah daerah saja, tetapi menjadi tugas kita bersama. Ada dua hal yang menandai puncak peradaban manusia. Yang pertama, puncak peradaban ditandai dengan artepak yang bersifat arsitektur. Yang kedua, peninggalan peradaban yang bersifat literasi. Literasi adalah keunggulan peninggalan sebuah peradaban. Kelemahan suatu peradaban adalah ketika literasinya dihancurkan karena peradaban di masa berikutnya mengalami missing link dengan peradaban sebelumnya.

Ditambahkan pula, proses mencerdaskan bangsa terutama dalam mencerdaskan generasi muda harus dimulai dan didorong dari pengembangan literasi. Perubahan dan kemajuan suatu bangsa akan terjadi ketika masyarakat well informed atau masyarakat menerima dan terbuka akan informasi apapun. Salah satu caranya adalah dengan menggiatkan literasi.

Pemerintah Kota Sukabumi memprogramkan taman bacaan atau pusat informasi dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Oleh karena itu, literasi tidak hanya digalakkan di perpustakaan kota saja, tetapi juga digalakkan di pondok pesantren, rumah ibadah, perpustakaan kelurahan, dan taman bacaan masyarakat (TBM) agar lebih dekat dan dapat diakses oleh sebanyak mungkin masyarakat. Workshop literasi berbasis komunitas yang dilaksanakan oleh Dispusip ini bertujuan agar komunitas ini melakukan kolaborasi dengan masyarakat membangkitkan semangat literasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu, SH., MH., menjelaskan keterlibatan komunitas dalam workshop ini adalah untuk mendorong mereka agar menggiatkan literasi di wilayah masing-masing. Kegiatan ini juga sebagai bagian dari program 100 hari kerja Wali kota dan Wakil Wali kota Sukabumi periode 2018-2023 dan sebagai dukungan terhadap perwujudan Kota Sukabumi sebagai Kota Literasi.

Ditandaskannya, keterbatasan lahan dan gedung perpustakaan Kota Sukabumi menampung para pengunjung dapat diantisipasi dengan hadirnya taman-taman bacaan masyarakat, perpustakaan pontren, perpustakaan kelurahan untuk memberikan akses masyarakat yang lokasinya jauh dari perpustakaan kota. Didalam workshop ini diberikan tips-tips kepada para pegiat litersi di wilayah ini untuk mendorong dan membawa masyarakat agar mereka mau ke perpustakaan untuk mendapat akses informasi dan pengetahuan yang luas. Karena perpustakaan saat ini tidak hanya sebagai pusat membaca saja, tetapi luas lagi sebagai pusat kegiatan masyarakat. Masyarakat dapat mencari informasi yang berhubungan dengan keterampilan dan keahlian yang diminati kemudian menerapkan keterampilan itu dalam kegiatan yang difasilitasi di perpustakaan. Hasil produk keterampilan dan keahlian ini nantinya bisa dijual baik secara offline maupun online. Inilah yang disebut perpustakaan memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat.

Leave a Reply