LAPAS KELAS II B KOTA SUKABUMI GELAR UJIAN DINIYAH WARGA BINAAN

Reporter : Ratna Nurseha

Warga binaan Lapas Kelas II B Nyomplong Kota Sukabumi bersemangat mengikuti ujian diniyah setelah menjalani pendidikan selama semester ganjil di Lapas ini. Dari 416 warga binaan yang ada di Lapas ini, hanya sebagian warga binaan yang dapat mengikuti ujian diniyah, karena peserta ujian dibatasi usia maksimal 21 tahun. Para peserta ujian diniyah dibagi menjadi 3 kelompok, yakni kelompok baca tulis Al-Qur’an, kelompok Iqro dan kelompok kitab kuning.

Kasi Pembinaan Pendidikan dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Nyomplong, Bhanad Sofa Kurniawan, A.Md.IP., SH., MH., menjelaskan, Ujian diniyah ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di Lapas Kelas II B Nyomplong bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Sukabumi. Adapun para pengajar pendidikan diniyah berasal dari para penyuluh Kementerian Agama Kota Sukabumi yang secara rutin memberikan pembinaan kepada para warga binaan.

Dijelaskan pula, Pembinaan dan bimbingan bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan dilaksanakan melalui pendekatan pembinaan mental  seperti pendidikan agama dan Pancasila, meliputi pemulihan harga diri sebagai pribadi maupun sebagai warga negara yang meyakini dirinya masih memiliki potensi produktif bagi pembangunan bangsa. Oleh karena itu para warga binaan ini dididik dan dilatih untuk menguasai keterampilan tertentu, supaya dapat hidup mandiri dan berguna bagi pembangunan.

Ini berarti bahwa pembinaan dan bimbingan yang diberikan mencakup bidang mental dan keterampilan. Dengan bekal mental dan keterampilan yang mereka miliki diharapkan mereka dapat berhasil mengintegrasikan dirinya di dalam masyarakat. Semua usaha ini dilakukan dengan terencana dan sistematis agar selama mereka dalam pembinaan dapat menyadari  kesalahannnya dan punya tekad untuk menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, negara dan bangsa.

Adapun bekal keterampilan yang diberikan kepada warga binaan di Lapas Kelas II B Nyomplong diantaranya adalah keterampilan menyablon, membuat sandal, keset, pengelasan, dan pengolahan baso. Produk yang dihasilkan kemudian dipasarkan baik secara langsung ke pasar sekitar Sukabumi maupun melalui jejaring yang bekerja sama dengan Lapas Kelas II B Nyomplong.

Selain pembekalan keterampilan, kegiatan lain yang dilaksanakan para warga binaan diantaranya PKBM Diknas, bengkel kerja, senam pagi, shalat berjamaah, pengajian rutin, olahraga, dan pesantren Al-Barokah. Dengan dilaksanakannya pembinaan dan pendidikan pelatihan ini, diharapkan para warga binaan saat kembali ke masyarakat dapat memiliki keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal bekerja maupun membuka usaha, serta kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.

 

Leave a Reply